COAL Q1 2023 : Lebih Baik Cutloss Atau Hindari Dulu. Ini 4 Alasannya

Miliar RupiahQ1 2023Q1 2022%
BALANCED
Cash2848(41.67)
Total Asset6346035.14
S.T.Borrowing2992749.12
L.T.Borrowing3739(5.13)
Total Debt3363137.35
Total Equity2982902.76
Equity Pengendali2942862.80
Lembar Saham65
INCOME STATEMENT
Revenue18679135.44
Gross Profit1938(50.00)
Operating Profit1033(69.70)
Net.Profit825(68.00)
RATIO
Harga89100-11.00
Deviden*0.00.0#DIV/0!
Div Yield0.000.00#DIV/0!
EPS*520-73.33
BVPS4957-14.34
PER*16.75233.75
PBV1.81.73.89
ROA*5.016.6-69.56
ROE*10.734.5-68.86
GPM10.248.1-78.76
OPM5.441.8-87.13
NPM4.331.6-86.41
Graham Number77160
MOS-16.0737.67
* Annualised

Download Lapkeu COAL Q1 2023

Catatan :

  • COAL berdiri tahun 2017, baru beroperasi tahun 2020 dan IPO 07 September 2022
  • Total hutang Rp 336 miliar dan total asetnya Rp 634 miliar. Artinya 52% dari asetnya berbentuk hutang. Bahkan equitynya hanya Rp 298 miliar.
  • Dari total hutang Rp 336 miliar, Rp 119 miliar merupakan hutang jangka pendek.
  • Revenue naik 135% tetapi beban pokok pendapatan naik dengan tinggi juga sehingga membuat laba kotor justru turun 50%. Berikut detail beban pokok penjualan COAL

  • Resiko dari adanya hutang bank adalah membayar cicilan serta membayar bunganya dan di Q1 2023 ini COAL wajib membayar bunga saja kisaran Rp 3,1 miliar. sebenarnya bunga Rp 3 miliar itu kecil kalo pendapatannya triliunan seperti ITMG atau ADRO. Tetapi kalo pendapatan hanya kisaran Rp 186 miliar ya jadi terhitung besar.
  • OPM yang saya gunakan di tabel di atas bukan OPM murni tetapi laba sebelum pajak ya…

Jika menggunakan EPS 5 dan Book Value 49 maka harga wajar saham COAL menurut Graham Number sebesar 77 berbanding dengan harga sekarang Rp 89.

Artinya COAL sudah overvalue sedikit.

Trus sebaiknya gimana nih bagi investor pemula yang ingin masuk? JANGAN

Ada 3 alasan untuk sementara menghindari saham COAL ini :

1. Hutang yang cukup besar (bisa dilihat di bagian Catatan)

2. Sektor coal yang sudah mulai sunset

3. Emiten coal lekat dengan dividen dan dengan kondisi perusahaan yang seperti ini saya rasa tidak mungkin COAL akan membagikan dividen apalagi membagikan dividen dengan div yield di atas 10% layaknya emiten coal yang sudah mainstream.

4. Pengendali COAL adalah Sujaka Lays dan Sujaka Lays juga sebagai Presiden Direktur INCF.

Sekadar informasi INCF

– sekarang masuk LQ50

– pemegang saham masyarakat lebih besar dibanding pengendali.

– aset Rp 462 miliar, hutang Rp 315 miliar

Tidak usah menunggu turn around story. Sayangi jantung anda dibanding mengharapkan sesuatu. Tapi di bursa saham apapun bisa terjadi ya…

Trus kalo yang sudah punya dan floating loss? Cutlos…

Value : Tidak

Growth : Tidak

Dividen : Tidak.

Core : Tidak.

Disclaimer :

1. Jika ada yang bertanya apa fungsi harga wajar dan apakah harga wajar saham akan tercapai silahkan baca artikel ini Mengenal Harga Wajar Saham, Fungsi Dan Kapan Emiten Mencapainya?

2. Apa definisi dari value investing, growth investing, dividen investing dan core investing? Baca selengkapnya di artikel ini Belajar Tentang Value, Growth, Garp, Dividen, Core & Quality Investing

3. Kesimpulan yang digunakan di Stock Guide ID merupakan pendapat pribadi.

(Visited 408 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

2 Responses

  1. Rio says:

    Saya tunggu laporannya bagus om baru saya masuk di pucuk☺

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *