AKPI Q1 2022 : EPSnya Ngeri, Tapi…..

AKPI Q1 2022 : EPSnya Ngeri, Tapi…..
Sumber : https://storage.googleapis.com/finansialku_media/wordpress_media/2020/12/cdb39cfa-prospek-industri-plastik-pt-argha-karya-prima-industry-tbk.-akpi-01.jpg

Berikut ini rangkuman singkat dari AKPI (PT Argha Karya Prima Ind. Tbk) berdasar LK Q1 2022

DOWNLOAD LAP KEUANGAN AKPI

A. SEKILAS PERUSAHAAN 

Argha Karya Prima Industry Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri dan pemasaran barang dari plastik.

Produk yang dihasilkan termasuk jenis film Polypropylene dan Polyethylene Terepthalate.

Produk utama yang dihasilkan perusahaan adalah kemasan fleksibel berupa plastik film jenis BOPP (Biaxially Oriented Polypropylene) dan BOPET (Biaxially Oriented Polyethylene Terepthalate) atau Polyester.

Perusahaan merupakan pelopor pada industri kemasan fleksibel di Indonesia. Produk perusahaan dipasarkan dengan merek dagang Arlene dan Areta.

Merek dagang tersebut telah dikenal cukup luas di dalam negeri atau di luar negeri dan banyak digunakan atau diaplikasikan sebagai kemasan makanan, kemasan rokok, laminasi kertas, label maupun pembungkus umum lainnya.

B. ASET

Aset AKPI mengalami kenaikan sebesar 6.5% dari Rp 3,3 triliun menjadi Rp 3.5 triliun.

Sepintas yang sedikit mengganjal adalah piutang usahanya yang nilainya di tahun 2022 ini mencapai Rp 748.3 miliar.

Untung saja jika dilihat dari umur piutang termasuk aman.

Bahkan piutang usaha ini bisa dijadikan sebagi agunan untuk mendapatkan pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang.

Logika sederhana sih kalo bank berani berrati ya memang aman.

C. HUTANG

Hutang AKPI mengalami kenaikan sebesar 5.1% dari Rp 1.8 triliun menjadi Rp 1.9 triliun.

Sepintas lumayan besar juga apalagi jika dibandingkan langsung dengan aset lancarnya yang hanya kisaran Rp 1.5 triliun.

Bahkan hutang jangka pendeknya saja juga lebih tinggi dibanding hutang jangka panjangnya.

Namun seperti yang sudah saya mention di atas bahwa salah satu kelebihan AKPI adalah mampu menjadikan piutang usahanya menjadi jaminan.

Jika kita perhatikan penjumlahan antara piutang usaha dan persediaan sudah relatif sama dengan hutang jangka pendeknya.

Salah satu indikator yang bisa digunakan adalah current ratio dari AKPI di Q1 2022 sebesar 122.80% yang menunjukkan kemampuan bayar antara aset lancar dan hutang lancar masih aman.

Sayangnya pinjaman bank jangka pendeknya dari Rp 603.8 miliar ini didominasi hutang bank menggunakan USD yang jika dikurs total Rp 349.5 miliar.

Hal ini sedikit menjadi kabar buruk dimana kurs dollar sedang naik. Tapi kabar baiknya adalah penjualan AKPI….baca terus ya…

D. EKUITAS

Ekuitas AKPI mengalami kenaikan sebesar 8.3% dari Rp 1.4 triliun menjadi Rp 1.5 triliun.

Tidak ada perubahan yang signifikan kecuali penambahan datang dari saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya

E. LAPORAN LABA RUGI

Dalam laporan laba rugi ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :

1. Penjualan

Penjualan AKPI mengalami kenaikan sebesar 31.3% dari Rp 639.4 miliar menjadi Rp 839.6 miliar.

Pembagian antara lokal dan ekspor relatif seimbang dan kabar baiknya adalah penjualan ekspor meningkat pesat seiring dibukanya ekonomi global.

Hal ini tentu saja berdampak ke keuangan yang baik karena kurs dollar sedang naik dan tentu saja kemampuan membayar hutang dollarnya juga relatif aman.

Namun kabar buruknya adala kenaikan ekspor tentu saja akan mempengaruhi kenaikan jasa angkut yang memang sedang tingi-tingginya.

Disini kami tidak akan membahas lebih detail tentang beban pokok pendapatan yang naik dari Rp 565.3 miliar menjadi Rp 724.1 miliar atau mengalami kenaikan 28.1%.

Kami akan mention terkait jasa angkut yang naik hampir 88.3%.

Sedikit catatan bahwa kinerja GPM atau gross profit margin AKPI dari tahun 2019 terus meningkat dan ini menunjukkan bahwa penjualan AKPI dibanding beban pokok pendapatannya dalam tren positif.

2. Pendapatan lain-lain

Hal inilah yang menjadikan laba usaha AKPI naik sangat signifikan dari Rp 46.2 miliar menjadi Rp 165 miliar.

Adanya pendapatan lain-lain yang di Catatan Lap Keu no 30 tidak disebutkan secara rinci.

Berikut kutipannya

Pendapatan lain-lain terutama terdiri dari, laba selisih kurs neto, penjualan aset tetap, pendapatan dividen dan lainnya dari pihak ketiga.

Padahal poin paling signifikan tetapi tidak ada detail yang khusus. Ini menjadi catatan sendiri bagi calon investor maupun holder investor.

Namun jika melihat catatan arus kasnya nanti sedikit terlihat apa pendapatan apa yang besar.

Oh ya kasus seperti ini juga terjadi di Q3 2021 dimana pendapatan lain-lainnya juga tembus Rp 126.1 miliar. Nanti di bagian EPS terlihat gede kok…

Eh btw laba usaha aslinya berapa ya?

Laba Usaha full = 165.047.659

Pendapatan lain-lain = 103.773.378

Laba usaha non pendapatan lain-lain = 61.274.281

Tetap naik juga karena kenaikan pendapatan ya…

F. ARUS KAS

  • Aktivitas Operasi

Pembayaran ke pemasok menjadi penyebab cash di periode ini minus.

  • Aktivitas Investasi

Terdapat hasil penjualan aset tetap dan klaim asuransi yang membuat AKPI mendapat tambahan dana hingga Rp 100.5 miliar.

  • Aktivitas Pendanaan

Tidak ada hal yang signifikan yang perlu dibahas.

G. EPS

Yes sudah terlihat bahwa EPS AKPI di Q1 2022 sangat besar dan tenu saja menggiurkan.

Sepertinya hal ini yang menjadi pemantik kinerja saham AKPI naik signifikan ya…

Eh sekarang kita coba ulik gimana kalo pendapatan lain-lain dijadikan 0 saja.

Berapa eps sebenarnya ya.

Laba periode berjalan full = 120.502.800

Pendapatan lain-lain = 103.773.378

Laba periode berjalan asli = 16.729.422

Ternyata labanya hanya segitu. Tapi jelas ini agak bias karena tentu saja akibat pajak yang lebih besar. Tapi kira-kira sama dengan Q1 2021 atau EPS aslinya kisaran 28 dan jika disetahunkan menghasilkan eps total 112.

Sudah disinggung di atas bahwa AKPI juga pernah mendapat pendapatan lain-lain yang tinggi di Q3 2021 dan hasilnya terlihat EPS Q3 2021 sangat tinggi yaitu Rp 172.

Dan berikut cuplikan laba rugi q3 2021

H. KINERJA SAHAM

Yes dalam 1 tahun ini AKPI sudah bagger dengan kenaikan hingga 134%.

Namun seperti yang sudah saya tulis di atas bahwa kinerja AKPI yang fenomenal tidak murni datang dari bisnisnya tetapi dari pendapatan lain-lain yang pencantumannya tidak detail.

Dan seperti terlihat sejak Oktober 2021 harga AKPI mulai naik dari Rp 625 alias sebelum pengumuman Q3 2021 dan sekarang naik sampe Rp 1515.

I. KESIMPULAN

Harga : 1515 (harga penutupan tanggal 02/08/2022)

EPS : 112 (annualized). Menggunakan EPS wajar sesuai Q1 2022

Book Value : 2589 (annualized)

Harga Wajar : 2554 (Graham Number)

MOS : 41%

PEG Ratio : – (tidak bisa dipake karena bias)

PER : – (tidak bisa dipake karena bias)

PBV : 0.59

GPM : 13.75%

NPM : – (tidak bisa dipake karena bias)

ROE : 30.40%

Jika kita menelusuri AKPI menggunakan EPS 112 dan Book Value 2589 maka didapat harga wajar kisaran Rp 2554 dengan harga saat ini masih di kisaran 1515.

Value investing : AKPI cocok sebagai saham value stock karena harga sekarang masih undervalue.

Growth investing : Karena EPSnya naik karena pendapatan lain-lain maka AKPI tidak cocok masuk sebagai growth investing

Dividen investing : AKPI tidak cocok sebagai dividen investing

Core investing : AKPI tidak cocok sebagai core investing

Kinerja EPS yang melambung karena pendapatan lain-lain bukanlah opsi yang tepat sebagai dasar bagi kita untuk membeli sahamnya, namun kinerja GPM yang terus meningkat bisa menjadi dasar bagi kita untuk memasukkan AKPI sebagai watchlist

Sekadar prediksi, harusnya GPm stabil atau meningkat tapi EPS menurun untuk periode Q2 2022.

Informasi tambahan yaitu jumlah lembar saham AKPI yang beredar di masyarakat sangat sedikit totalnya hanya 612.248.000 dan di RTI masyarakat diganti dengan kata Various.

Mungkin ini juga bisa menjadi penyebab harga saham AKPI terbang karena tidak likuid.

Kalo dana di atas 100 Juta sudah susah buat keluar masuk.

Sumber :

1. http://lembarsaham.com/

(Visited 87 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Artikel Lainnya