Mau Beli SRTG? Perhatikan Hal-Hal Berikut Ini

Artikel ini merupakan INSIGHT Premium dari Stock Guide ID.

Jika berkenan boleh lo memberikan tip melalui link TIP Stock Guide ID

Nantikan INSIGHT Premium lainnya ya

=====

Disclaimer : Tulisan berikut hanya opini. Jika ada kesalahan jangan sungkan untuk mengkoreksi.

===

Sejak sebelum Pak Sandiaga Uno terjun ke dunia politik, saya sudah mengagumi beliau dengan sepak terjangnya memoles perusahaan yang bermasalah kemudian menjualnya ketika perusahaan sudah sehat.

Walopun tentu saja melalui berbagai kesulitan akhirnya bisnis beliau sukses dan   menjadi SRTG atau PT Saratoga Investama Sedaya Tbk.

Setau saya hanya SRTG perusahaan yang murni investasi yang ada di bursa saham. Apa imbas dari bisnis investasi ini? Salah satu yang unik adalah jumlah karyawannya yang hanya 59 orang termasuk manajemen.

SEKILAS PERJALANAN SRTG

Saratoga Group yang didirikan tahun 1997 kini berusia 25 tahun. Investasi pertama adalah di saham Adaro Group tahun 2002. Pada tahun 2004, Saratoga dan Provident Capital berinvestasi di perusahaan menara independen, yakni PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Kemudian, pada tahun 2008, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menjadi perusahaan terbuka lewat IPO senilai Rp 12,2 triliun. Pada 2010, Saratoga berinvestasi di PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) dan di tahun yang sama, Tower Bersama Infrastructure melangsungkan IPO dan tercatat di BEI.

Pada 2012, Saratoga membeli saham PT Merdeka Gold Copper Tbk (MDKA), perusahaan emas dan tembaga yang sedang berkembang. Perusahaan ini IPO dan listed di BEI pada 2015.

Pada 2013, SRTG dan Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) IPO dan tercatat di BEI. Pada 2016, Saratoga berinvestasi di Primaya Hospital dan MGM Bosco Logistics (logistik rantai dingin). Pada 2017, Saratoga berinvestasi di Deltomed Laboratories (produsen obat herbal). Pada tahun yang sama, Saratoga divestasi saham Lintas Marga Sedaya (perusahaan jalan tol) dan Medco Power Indonesia (perusahaan pembangkit listrik).

Lalu, pada tahun 2018, Saratoga berinvestasi di PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) dan divestasi kepemilikan sahamnya di Paiton Energy (perusahaan pembangkit listrik). Pada 2019, Saratoga berinvestasi di Julo, start-up fintech yang memanfaatkan big data dan machine learning dalam proses penjaminan ke konsumen.

Saratoga kemudian meningkatkan kepemilikannya di MGM Bosco Logistics pada tahun 2020. Sedangkan pada 2021, Saratoga berinvestasi di Sirclo (e-commerce enabler) dan Fuse (insuretech) untuk mengembangkan portofolio di sektor teknologi digital

Sumber : https://investor.id/market-and-corporate/319341/saratoga-srtg-disebut-mirip-berkshire-hathaway-seperti-apa-bisnisnya

Tambahan per Februari 2023, SRTG melepas semua saham PRAY

SRTG & BERSHIRE HATHAWAY

Membahas tentang SRTG tentu saja akan selalu dikaitkan dengan emiten fenomenal milik sesepuh saham Warren Buffet yaitu Berkshire Hathaway dimana BRK ini juga menjadi perusahaan investasi.

Namun saya melihat ada beberapa perbedaan antara SRTG dan BRK.

1. Periode investasi

BRK merupakan salah satu emiten yang memang membeli saham dan kemudian menyimpan atau hold dalam jangka waktu yang lama. Apakah ada yang relatif pendek masa holdingnya? Tentu saja ada.

Sedangkan SRTG mempunyai kecenderungan lebih pragmatis dengan cara mencari perusahaan yang berpotensi bagus, kemudian memoles, dan jika sudah cantik dijual.

2. Kepemilikan

Hal kedua yang membuat SRTG berbeda dengan BRK adalah keinginan untuk mengendalikan emiten atau perusahaan tersebut.

BRK cenderung hanya ingin menjadi investor saja bukan sebagai pengendali. Pengendali disini lebih ditujukan sebagai eksekutor ya bukan cuma jumalh sahamnya terbanyak.

Untuk SRTG berbeda karena mereka akan menjadi mayoritas pemilik perusahaan jika dirasa memiliki kapabilitas di sektor tersebut.

Hal ini juga ditegaskan oleh manajemen dimana saat ingin menginvestasikan uangnya mereka akan berhati-hati. Jika dirasa industrinya belum cukup kuat maka mereka hanya akan memiliki sedikit saham.

Jika mereka merasa yakin maka bisa saja menjadi pengendali.

Mengutip dari data Stockbit, SRTG berinvestasi dalam tiga sektor; konsumen, infrastruktur, dan sumber daya alam. Dan mulai tahun 2023 ini akan berfokus di sektor kesehatan dan energi terbarukan.

FAKTA YANG PERLU DIPERHATIKAN

1. Karena hanya sebuah perusahaan investasi maka jumlah karyawan SRTG hanya 59 orang termasuk dengan manajemen. Berarti harusnya gajinya sedikit donk? Bisa saja tetapi belum tentu juga.

Jika mengacu Lap Keu Q1 2023 dimana gaji dan tunjangan karyawan kisaran Rp 41.9 miliar maka rata-rata gaji karyawan SRTG sebesar Rp 711 Juta. Pastinya gaji direksi dan karyawan biasa beda ya…

2. Pendapatan keuntungan neto atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya langsung berhubungan dengan kinerja saham portofolio.

Hal ini yang menjadi pembeda utama SRTG dengan emiten lain dari sisi pendapatannya.

Pendapatan emiten lain didapat dari barang yang terjual dikali harga jual.

Pendapatan SRTG datang dari harga saham emiten yang diinvestasikan. Berarti enggak ada uangnya donk? Betul. Dan itupun 85% disumbang oleh TBIG, MDKA dan ADRO.

Trus gimana cara bayar operasionalnya? Baca poin berikutnya ya

Jika kalian ingin mmebaca lebih detail lika liku pendapatan SRTG yang asli yang bisa diketahui melalui pajaknya bisa membaca artikel ini

3. Pendapatan asli SRTG datang dari dividen + bunga dan menjual saham emiten yang diinvestasikan.

Di lap keu full 2021 tertulis pendapatan SRTG dari investasi tembus Rp 24.4 triliun, tetapi pendapatan aslinya yaitu Rp 1.6 triliun (Penghasilan dividen + bunga dan penghasilan lainnya). Apa imbasnya? Simak terus ya

4. Dividen SRTG

Ya dividen menjadi imbasnya. Kita tidak bisa berharap dividen akan superior walopun pendapatannya mencapai Rp 24.4 triliun. Besaran dividen disesuaikan dengan pendapatan dari emiten yang diinves oleh SRTG.

Dividen akan besar ketika anak-anaknya membagi dividen besar. Itupun belum tentu juga karena tetap tergantung manajemen. Contoh ADRO membagikan dividen ke SRTG Rp 1 triliun, bisa saja SRTG membagikan dividen ke investornya hanya Rp 500 miliar saja.

Trus sebaiknya gimana donk? Berikut ini apa-apa yang perlu diperhatikan saat berinvestasi di SRTG

APA YANG PERLU DIPERHATIKAN

1. Perhatikan kinerja keuangan, besaran dividen serta kinerja saham portofolio SRTG dan apa saja pengungkitnya.

Contoh seperti di atas saat harga batubara naik, maka kinerja ADRO akan naik yang diikuti oleh kinerja sahamnya dan ditutup dengan kemungkinan dividen besar. Maka pendapatan SRTG karena investasi naik, pendapatan dividen naik.

Contoh lain saat harga emas melambung tinggi maka besar kemungkinan saham MDKA akan terbang juga. Pendapatan SRTG juga akan naik tetapi khusus MDKA agak susah karena mereka belum membagikan dividen jadi walopun kinerja MDKA naik, kita tetap tidak akan mendapat apa-apa sebagai investor SRTG kecuali tiba-tiba SRTG menjual MDKA. Pendapatan SRTG naik tapi pendapatan asli SRTG belum tentu naik.

2. Jika mau investasi di SRTG carilah momen dimana kinerja portofolio SRTG sedang tidak baik-baik saja.

3. Sebaiknya jangan gunakan rumus book value untuk memvaluasi SRTG karena aset SRTG terbesar ada di aset berupa saham. Dan aset ini sifatnya tidak saja lancar tetapi fluktuatif.

Trus valuasinya pake apa? Menurut saya dividen yield bisa karena div yield ini berhubungan dengan kinerja perusahaan portofolio yang dibagikan ke SRTG dan dari SRTG dibagikan ke investornya.

4. Saran terakhir daripada membeli SRTG harus pantau kinerja SRTG dan portofolionya mending beli portonya SRTG saja karena SRTG kalo gagal memberikan kinerja ke anportofolio maka akan menanggung 2 hal, portonya jelek, SRTGnya jelek dan SRTG perusahaan publik jadi jeleknya akan keliatan.

Beda dengan perusahaan investasi yang tidak go public.

Emang ada kinerja porto jelek trus ibunya ikut terlihat jelek? Ada yaitu TLKM yang hanya jelek kecil karena invest di GOTO tapi terus-terusan masuk pemberitaan

Bagaimana kinerja SRTG per Q1 2023? Silahkan dibaca di artikel berikut

Kinerja bisnis (Silahkan dibaca SRTG Q1 2023 : Revenue ASLI Yang Ambyar Dan Pertanyaan Yang Ada)

Kinerja perusahaan

Selain kinerja perusahaan, kinerja saham SRTG di periode ini juga sedikit goyah karena memang SRTG bertumpu ke 3 bluechipnya yaitu ADRO, TBIG dan MDKA dan hanya ADRO yang dividennya lumayan.

Jika teman-teman membaca artikel tentang kinerja bisnisnya maka akan tau jika revenue dan revenue asli ambyar.

Apakah SRTG bisa naik dalam waktu dekat? Jika mengacunya dengan kinerja ADRO khususnya maka rasanya pendapatan SRTG akan seret dan efeknya kinerja sahamnya juga seret atau stagnan.

Namun jika teman-teman khususnya yang pemula ingin masuk ke SRTG minimal tau apa yang menjadi perhatian di emiten ini.

Btw saya juga sangat ingin lho punya bisnis seperti SRTG ini…

(Visited 736 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *