BUKA Lap Keu Q4 2021 : Memahami Cerita Kenaikan EPS Dan Langkah Manajemen Memanfaatkan Dana Jumbo
A. SEKILAS PERUSAHAAN
Nama : PT Bukalapakcom Tbk
Kode : BUKA
Sektor : Sektor Perdagangan, Jasa & Investasi
Sub sektor : Lainnya
Download Lap Keu Q4 Tahun 2021
B. BERITA
Tahun 2021 merupakan tahun emas bagi Bukalapak karena akhirnya menjadi startup pertama yang melakukan IPO bahkan menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah.
Dalam IPO ini BUKA mendapat uang cash sebesar Rp 21.9 triliun.
Setelah mendapat uang IPO ini, manajemen BUKA langsung melakukan berbagai aksi korporasi dimulai dengan mengubah penggunaan dana hasil IPO ini.
Awalnya sekitar 66% (enam puluh enam persen) akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja kemudian diubah menjadi penggunaan dana hasil IPO BUKA menjadi sekitar 33% digunakan untuk modal kerja. Sekitar 34% akan digunakan sebagai modal kerja entitas anak.
Aksi korporasi terkait investasi ini dimulai dengan ikut membeli saham Bank Allo (BBHI). Bahkan BUKA menyuntik uang sebesar Rp 1.19 triliun dan menjadi pemegang saham terbesar kedua setelah right issue. PT Bukalapak.com Tbk akan memegang 11,49 persen saham BBHI dengan harga Rp 478
Alasan BUKA masuk ke Bank Allo menurut Direktur PT Bukalapak.com Tbk, Teddy Nuryanto Oetomo adalah multiekosistem sehingga terkoneksi berbagai konsorsium dari Trans, grup Salim, Grab, Bukalapak, Carro memberikan kemampuan Allo Bank scoring analisis lebih baik sehingga approval lebih baik.
Aksi korporasi kedua yaitu kerjasama dengan PT Trans Retail Indonesia mendirikan Allofresh. (BUKA) mengucurkan investasi Rp777,77 miliar ke AlloFresh.
Corporate Secretary Bukalapak Perdana A Saputro dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, perseroan bersama PT Trans Retail Indonesia (Trans Retail) dan Berani Investment Pte. Ltd (BIP) telah membentuk suatu perusahaan patungan (joint venture) bernama PT Allo Fresh Indonesia.
Struktur kepemilikan saham dalam Allo Fresh yakni sebanyak 77,53 juta saham atau 35 persen dimiliki Bukalapak, 121,83 juta saham atau 55 persen dimiliki Trans Retail, dan 22,15 juta saham atau 10 persen dimiliki BIP.
Aksi berikutnya adalah akuisisi startup PT Belajar Tumbuh Berbagi (BTB).
Manajemen PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menyatakan entitas usahanya mengakuisisi perusahaan rintisan (startup) bidang pendidikan berbasis daring (online), PT Belajar Tumbuh Berbagi (BTB) atau Bolu.id senilai US$ 1 juta atau setara Rp 14,2 miliar.
Selain Bolu, Bukalapak telah mengumumkan serangkaian aksi akusisi. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, di antaranya adalah PT Onstock Solusi Indonesia, PT Ayo Tech Indonesia, PT Kokatto Teknologi Global, Five Jack Co. Ltd dan PT Cloud Hosting Indonesia.
Selanjutnya bersama PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk. (Ashmore Indonesia) melakukan kerja sama dengan membentuk perusahaan joint venture, yaitu PT Buka Investasi Digital (BID).
Aksi strategis ini ditandai dengan penyetoran modal dalam bentuk lainnya (inbreg), yakni berupa pengalihan saham milik Ashmore dari PT Buka Investasi Bersama (BIB).
Sebelum mendirikan BID, Bukalapak dan Ashmore telah menjalin kerja sama strategis mengembangkan aplikasi investasi BMoney melalui pendirian BIB. Ashmore mengakuisisi 20% saham BIB dari Bukalapak.
Nantinya BIB akan berada di bawah naungan BID, menjadi salah satu platform investasi dari hasil kerja sama kedua perseroan. Target layanan wealth management BID tidak hanya ke investor ritel, melainkan ke institusi juga.
C. SEKILAS LAPORAN KEUANGAN
BUKA sudah merilis laporan keuangannya untuk periode tahun 2021 dan mencatat performa yang begitulah.

Terlihat di atas bahwa BUKA berhasil mencatat kenaikan pendapatan dari Rp 1.3 triliun menjadi Rp 1.8 triliun.
Kenaikan tertinggi dicapai oleh bisnis Mitra yang naik dari Rp 198 Milyar di tahun 2020 menjadi Rp 764 Milyar.
Kabar tidak bahagia justru datang dari bisnis ecommercenya yang di tahun 2020 menyentuh angka Rp 1.03 Triliun dan sekarang hanya Rp 990 Milyar.
Untungnya kenaikan pendapatan diikuti dengan penurunan beban usaha yang menyebabkan BUKA memperbaiki kerugian sebesar Rp 1.7 triliunan dibanding tahun 2020 yang rugi sebesar Rp 1.8 triliun.
Sebenarnya BUKA mendapat tambahan keuntungan dari pendapatan keuangan sebesar Rp 226 Milyar namun pendapatan ini didapat dari bunga deposito.
Rugi tahun berjalan per 2021 ini meningkat menjadi minus Rp 1.6 Triliun dibanding tahun 2020 sebesar minus Rp 1.3 Triliun.
Bagaimana dengan laba bersih per sahamnya? Di LK tertulis ada kenaikan signifikan karena di tahun 2020 minus Rp 171 juta dan di tahun 2021 hanya tinggal minus Rp 16rb.
Namun setelah ditelusuri ternyata minusnya menjadi kecil karena pembagi sahamnya yang semakin banyak…Hmmmm
D. PEMBAHASAN LAPORAN KEUANGAN
Ada beberapa hal unik di laporan keuangan BUKA q4 tahun 2021 :
1. Adanya kenaikan pendapatan tetapi justru bukan dari marketplacenya tetapi dari mitra.
BUKA berhasil mencatat kenaikan pendapatan dari Rp 1.3 triliun menjadi Rp 1.8 triliun.
Adapun rincian kenaikan ini adalah sebagai berikut

Ternyata bagian marketplace justru mengalami penurunan dan yang naik secara signifikan di bagian Mitra.
Marketplace, mencakup segala aktvitas yang ada di marketplace atas penyediaan jasa fitur, logistik, virtual product, fintech, pemasaran, Bukausaha, BukaMobil dan BukaMotor, dan jasa marketplace lainnya.
Mitra, mencakup aktivitas mitra sebagai agen dengan pihak ketiga. Pendapatan Mitra Kelompok Usaha berasal dari penjualan barang dan komisi atas transaksi yang terjadi di Mitra Bukalapak. Komisi diakui saat kewajiban pelaksanaan telah selesai dilakukan
BukaPengadaan, mencakup aktivitas pengadaan barang dan jasa.
2. Buka mendapat tambahan pendapatan dari Pendapatan Keuangan senilai Rp 226 milyar.
3. EPS yang “unik”
Dalam laporan laba rugi disebutkan bahwa EPS BUKA tahun 2020 minus Rp (171.480) dan di tahun 2021 membaik menjadi minus Rp 16.

Terlihat mengalami perbaikan yang signifikan. Namun kita harus menelusuri di Catatan Laporan keuangan poin 33 dan ternyata kenaikan ini disebabkan oleh pembagi sahamnya yang membesar.

Logikanya seperti ini. Kita rugi 1 milyar ditanggung oleh 10 orang maka masing-masing orang menanggung kerugian 1oo juta.
Nah di BUKA kasusnya adalah rugi 1 milyar ditanggung 1000 orang sehingga masing-masing kerugiannya hanya 1juta.
4. Aset yang sangat tinggi
Di bagian aset ini ada banyak hal yang bisa dibahas yaitu
– uang kasnya masih sangat banyak dan benar-benar kas

– uang muka dan biaya dibayar di muka
Ada penambahan sebesar Rp 252 Milyar. Namun saat ditelusuri di CLK no 8 ada uang muka kepada pihak ketiga sebesar Rp 227 milyar yang tidak ada keterangannya.

– aset keuangan lancar lainnya
Ternyata yang dimasukkan ke deposito dari uang cash sebanyak Rp 21 triliun hanya kisaran Rp 656 Milyar.
Dan terbanyak ditempatkan di reksadana milik PT Ashmore Asset Management
Indonesia Tbk.

5. Floating profit di saham PT Allo Bank Indonesia
BUKA mendapat saham PT Allo Bank Indonesia di harga Rp 478 melalui skema right issue dan saat ini harga saham Rp 5975.

Hitung sendiri ya floating profitnya berapa. Tetapi pas dicari di LK saya belum menemukan story tentang ini.
6. Kesalahan penulisan angka.
Dalam laporan Q3 Tahun 2021, tertulis bahwa BUKA mengakuisisi startup PT Belajar Tumbuh Berbagi (BTB) senilai US$ 1 miliar.

Fakta ini baru rame dibicarakan saat diangkat oleh analis dari PT Nilzon Kapital Advisor (Nilzon Capital) yang tertuang dalam analis terbukanya yang bisa diaca DISINI. Saran saya teman-teman WAJIB membaca semua ya…
E. RASIO PERUSAHAAN
1. EPS

Karena BUKA baru IPO sehingga EPS yang bisa dicermati hanya di tahun 2021 dan hasilnya masih minus.
Namun sekarang teman-teman tau ya terkait kenaikan EPS yang signifikan.
2. Book Value
Progress Book Value BUKA belum ada sehingga belum bisa ditampilkan.
3. Arus Cash Flow
Untuk arus kas dari aktivitas operasi dan investasi tidak saya bahas karena tidak ada efek yang signifikan.
- Aktivitas pendanaan

Penerimaan uang cash dari hasil IPO tercantum di Penerimaan dari penambahan setoran modal sebesar Rp 23.2 triliun.
F. KESIMPULAN
4. Rasio-Rasio Penting
Harga : 346 (harga penutupan tanggal 14/04/2022)
EPS : -16 (annualized)
Book Value : 228 (annualized)
Harga Wajar : – (Graham Number)
MOS : –
PER : -21.32
PBV : 1.52
GPM : –
NPM : -89.51%
ROE : -7.13%
2. Analisa InveStory ID
Kesimpulan menggunakan harga Rp 346 berdasar Laporan Keuangan Full Tahun 2021 adalah EPS BUKA masih minus sehingga tidak bisa dihitung menggunakan rumus Graham Number.
BUKA mempunyai book value sebesar Rp 228. Jika kita menggunakan Book Value sebagai acuan harga wajar maka BUKA sudah overvalue.
Seperti yang sudah dibahas di atas bahwa potensi BUKA justru di masa depan dengan kemampuan manajemen menggunakan dana hasil IPO.
Jika mereka mampu memaksimalkan kekuatan kas sebesar Rp 21 triliun, ada potensi BUKA menjadi perusahaan turn around stock.
Tetapi melihat gelagat manajemen sejauh ini dari beberapa aksi korporasinya, peluang menjadi turn around stock sedikit masih jauh.
Kita bisa terus memantau pergerakan manajemen dalam menggunakan uang hasil IPO-nya dan hasil investasi dan kolaborasi dengan perusahaan lain.
3. Harga Beli & Harga Jual
Harga Wajar : – (Graham Number)
Target Profit :
Isikan :
- target harga = harga wajar saham
- harga sekarang = harga saham milik kita
Kita bisa menentukan target profit yang diinginkan dengan cara memasukkan harga pembelian kita dan harga wajar saham tersebut.
Sayangnya saat ini dengan harga Rp 346, BUKA sudah overvalue sehingga jika kita memaksa menggunakan konsep value investing kita harus menunggu harga BUKA minimal di bawah Rp 228.
Adapun average down yang baik saat harganya turun 15% agar kita tidak kehabisan modal.
Masukkan harga milik kita dan masukkan berapa persentase penurunannya maka kita akan mengetahui di harga berapa sebaiknya kita melakukan avg down.
Bagaimana dengan titik jualnya?
Kita bisa menggunakan 2 metode yaitu ketika sudah sampai di harga wajarnya dan sudah mendapat keuntungan tertentu.
Saya menyertakan kalkulator agar teman-teman bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk menjual sahamnya.
Itulah analisa tentang BUKA berdasar Lap Keuangan Kuartal 4 Tahun 2021
Sumber :
2. https://finansial.bisnis.com/
3. https://investory.id/
7. https://investory.id/

