MARK Q3 2022 : Penjualan Turun 11.5%, Kok Bonusnya Naik 2573.4%

Artikel di bawah ini akan membahas tentang harga wajar saham MARK (PT Mark Dynamics Indonesia Tbk.) tahun 2022 berdasar Laporan Keuangan Q3 2022 yang diawali dengan

1. Sekilas laporan keuangan,

2. Kinerja saham

3. Rasio penting dan

4. Kesimpulan

1. Sekilas Laporan Keuangan

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk. atau MARK sudah merilis laporan keuangan periode Q3 tahun 2022 dengan hasil yang kurang memuaskan. Berikut rangkuman dari topline hingga botom line laba rugi dan neraca MARK

  • Pendapatan turun dari Rp 832.1 miliar => Rp 736 miliar = – 11.5%.
  • Beban pokok pendapatan turun dari Rp 401.1 miliar => Rp 364.1 miliar = 9.2%.
  • Laba kotor turun dari Rp 431 miliar => Rp 371.9 miliar = – 13.7%
  • Laba bersih periode berjalan turun dari Rp 276.1 miliar => Rp 217.5 miliar = -21.2%
  • Aset turun dari Rp 1 triliun => Rp 999.6 miliar dengan uang cash Rp 20.3 miliar
  • Hutang turun dari Rp 334.8 miliar => Rp 228.3 miliar
  • EkuitasĀ naik dari Rp 740.8 miliar => Rp 768.5 miliar
  • EPS turun dari Rp 72 menjadi => Rp 57

Catatan :

Penjualan MARK mengalami penurunan sedangkan penurunan dari beban pokoknya lebih sedikit sehingga membuat laba kotornya tergerus cukup dalam.

Namun selain penjualan yang menurun ada kenaikan yang signifikan di bagian beban umum administrasi yang membuat laba bersih MARK turun semakin dalam.

Kenaikan beban ini mencapai 62.1%.

Ada bonus yang naik dari Rp 1.1 miliar menjadi Rp 30 miliar. Entah bonus apa yang dimaksud disini yang jelas memang membuat penurunan laba bersihnya berkurang kisaran 21%.

Ketika ditelusuri lebih lanjut bonus ini bahkan sudah ada sejak Q1 dengan besaran Rp 14.6 miliar kemudian di Q2 menjadi Rp 28 miliar dan di Q3 ini total menjadi Rp 30 miliar.

Catatan lain yang perlu disorot yaitu penurunan kas dan setara kas yang lumayan signifikan

Jumlah kas dan setara kas periode Q3 2022 hanya tinggal Rp 20 miliar dari Rp 104 miliar.

Sedikit banyak ini memberi dampak adanya penurunan aset MARK Q3 2022 ini.

Nah kita perlu tau untuk apa kas ini digunakan dan salah satu penggunaannya untuk membayar dividen

Inilah mengapa beberapa investor tidak terlalu suka perusahaan membagi dividen karena akan mengurangi aset yang nantinya akan mengurangi book value.

2. Kinerja Saham

Pandemi covid 19 kemaren sedikit banyak turut mendongkrak kinerja perusahaan dari produsen pembuat cetakan sarung tangan ini dan sekarang ini pandemi relatif sudah menurun dan hal ini membuat kinerja MARK juga menurun.

Hal ini diamini oleh manajemen MARK

Direktur Utama MARK Ridwan Goh menyampaikan walaupun saat ini sudah masuk dalam endemi, namun permintaan yang ada cukup stabil karena pelanggan-pelanggan masih meningkatkan permintaannya untuk pembaruan cetakan sarung tangannya.

Selama 10 tahun terakhir, tren pertumbuhan sarung tangan berada di rentang 10%-15% per tahun. Dengan adanya pandemi ini terjadi peningkatan pertumbuhan permintaan hingga 50%.

Setelah pandemi peningkatan pertumbuhannya akan kembali stabil di kisaran 10%-15% per tahun bahkan bisa lebih karena kesadaran masyarakat akan kesehatan sudah terbentuk karena adanya pandemi.

Selain itu, dukungan juga datang langsung dari masyarakat yang sudah semakin sadar terhadap kesehatan yang dipicu oleh adanya pandemi covid 19.

Dan alhasil penurunan kinerja ini juga menyeret dengan kinerja sahamnya yang dalam 1 tahun terakhir ini sudah turun cukup dalam kisaran 42%.

3. Rasio-Rasio Penting

Harga : 660 (harga tanggal 31/10/2022)

EPS : 76 (annualised)

Book Value : 202 (annualized)

Harga Wajar : 588 (Graham Number)

MOS : –

PEG Ratio : –

PER : 8.64

PBV : 3.26

GPM : 50.53%

NPM : 29.56%

ROE : 37.75%

4. Kesimpulan

Jika menggunakan EPS 76 dan Book Value 202 maka harga wajar saham MARK menurut Graham Number sebesar 588 berbanding dengan harga sekarang Rp 660.

Artinya MARK sudah overvalue.

Apakah masih layak dijadikan saham core stock seperti yang ada di artikel ini “Nasib MARK Setelah Pandemi. Masihkah Terus Berjaya?”

Menurut saya masih karena melihat pangsa pasar MARK serta melihat GPM MARK yang masih berkisar di atas 50%.

Namun tentu saja dengan melihat kinerja saat ini kita perlu menunggu 1 atau 2 kuartal lagi untuk memastikan “sisa-sisa” kejayaan pandemi benar-benar habis agar kita bisa tau kinerja asli MARK.

Value : Tidak

Growth : Tidak

Core : Tidak

Sumber :

(Visited 30 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *