SGER : Premium Kualitasnya Dan Premium Harganya
Ada kisaran 800 emiten yang sudah listing di bursa saham dan tentu saja saya tidak akan bisa memantau dan melihat masing-masing perusahaan tersebut.
Dan para member memang bisa merequst nama saham-saham yang sekiranya bisa diulik lebih dalam.
Salah satu saham yang direquest oleh member adalah PT Sumber Global Energy Tbk atau SGER
Setelah Stock Guide ID cek sekilas EPS Q2 sangat tinggi tetapi secara PBV sudah mahal.

Selain itu ada beberapa hal yang menurut saya menarik dan ada hal yang menjadi unik karena justru harganya turun terus dari harga tertingginya Rp 3430 di tanggal 19 Mei 2022.
Harga saham SGER saat ini berada di kisaran Rp 920.

Tentu pertanyaan muncul kenapa harga saham SGER ambyar?
Apa keistimewaan atau kualitas dari SGER dibanding perusahaan yang lain?
Simak analisanya ya.
PT Sumber Global Energy Tbk. merupakan perusahaan bergerak di bidang perdagangan besar dan usaha industri pertambangan.
Dan melihat segmen dari pendapatan SGER, SGER memiliki beberapa usaha yang justru saat ini sedang moncer-moncernya dan berpotensi moncer di masa depan.

Yang akan kita bahas yaitu tentang penjualan batubara, penjualan nikel, dan energi terbarukan
1. Penjualan batubara
Melihat tren harga batubara saat ini jelas menjadi poin plus plus bagi para emiten yang berkecimpung di sektor ini.
Berikut harga batubara berdasar Newcastle

Sumber : https://www.barchart.com/futures/quotes/LQ*0/futures-prices?timeFrame=current
Berikut grafik harga batubara

Sumber : https://www.investing.com/commodities/newcastle-coal-futures
Berikut harga acuan di Indonesia

Diakse tgl 31/08/22
Sumber : https://www.jwcindonesia.com/price-index
Kenapa harga dan grafik batubara di atas ditampilkan agar kita tau bahwa harga batubara memang masih to the sky.
Apakah harganya akan turun? Tentu saja tetapi ada batas aman dari masing-masing perusahaan agar tetap cuan dan tentu saja tidak akan secepat itu akan turun. Paling tidak butuh waktu. Bisa 6 bulan atau 1 atau malah hingga 2 tahun.
Sekarang bagaimana dengan SGER?
Saya menelusuri beberapa media dan publix expose namun tidak mendapat petunjuk terkait kandungan batubara yang dihasilkan oleh SGER ini.
Namun 1 petunjuk yang bisa membuat kita seharusnya lega adalah bahwa SGER merupakan salah satu emiten yang sudah dan akan ekspor.
Berikut kutipannya
Welly menuturkan, SGER menjual batubaranya sebagian besar di wilayah Asia, diantaranya Vietnam, Korea Selatan, Bangladesh, India, China dan Filipina.
Ke depan, Welly memandang pasar ekspor batubara masih sangat baik. Pandangan ini diperkuat dengan strategi perusahaan yang agresif untuk meningkatkan penjualan pada pasar wilayah Asia dan Eropa. Saat ini SGER telah melakukan pengiriman ke Rotterdam, Belanda.
Selain itu, saat ini SGER juga dalam proses pengiriman ke Polandia dan tengah bernegosiasi dengan negara Eropa lainnya.
Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/harga-batubara-tinggi-sumber-global-energy-sger-targetkan-penjualan-rp-5-triliun
2. Jualan nikel
Selain batubara, SGER juga mulai mendapatkan revenue dari penjualan nikel dan hal ini juga dikonfirmasi di public exposenya serta Lap Keunya
SGE melakukan diversifikasi penjualan dengan mengawali penjualan logam nikel pada triwulan 1 2022 melalui PT Sumber Mineral Global Abadi dan akan memberikan dampak pertumbuhan penjualan yang baik untuk PT Sumber Global Energy Tbk
Sumber : https://idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/202206/77f468422f_ca5f2fcd50.pdf


Katanya baru mulai ada penjualan di Q2 2022, kok di Q2 2021 sudah ada penjualan nikel?
Sepertinya itu salah tulis yang seharusnya hanya komisi tetapi ditulis juga di bagian penjualan nikel.

Q2 2021
Selain itu, SGER juga bersiap untuk akuisisi tambang nikel sesuai dengan hasil public expose tahun 2021
Berikut ulasan prospek nikel terkait dengan industri mobil listrik

Sumber :https://www.liputan6.com/bisnis/read/4608001/berkat-kendaraan-listrik-prospek-bisnis-nikel-makin-mengkilap
3. Punya tambang zirkon
Tambang ini belum aktif karena masih menunggu proses perpanjangan.

Dan jika teman-teman ingin membaca terkait zircon bisa dibaca di link berikut Peluang Investasi Zircon di Indonesia yang diterbitkan oleh Kementrian ESDM
4. Menuju energi terbarukan
Pada 2 November 2020, SGER mengumkan adanya penandatanganan MoU dengan PT Jasa Sarana yang merupakan BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kerjasama ini terkait investasi refuse derived fuel (RDF) di Nambo.
Kerja sama ini merupakan ejawantah dari rencana SGER mengembangkan teknologi RDF atau teknologi pengolahan sampah dengan metode biodrying. Hasilnya merupakan biomass yang menjadi energy terbarukan dalam proses pembakaran, sebagai pengganti batubara. Selain mendiversifikasi bisnis energy yang komersial, SGER berharap bisnis energy RDF ini bisa meningkatkan kinerja ke depannya.
Keseriusan SGER juga dibuktikan dengan pendirian badan usaha PT Indonesia Infrastructure Investama yang merupakan hasil kerjasama dengan Carstensz Holding Pte Ltd Singapore. Ini merupakan langkah SGER untuk mengembangkan infrastruktur di bidang energi dan energy terbarukan.
Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/sumber-global-energy-sger-mencuil-peluang-di-tengah-permintaan-batubara?page=2
5. Lebih dari target
Target pendapatan SGER di tahun 2022 ini sebesar Rp 5 Triliun dengan volume batubara sebesar 4.500.000 MT.
Dan per Q2 2022 pendapatan SGER sudah mencapai Rp 3.5 triliun.

Jelas ini akan menjadi sentimen bagus bagi SGER dan dengan harga batubara yang masih tinggi kemungkinan besar target ini terlewati dengan mudah bahkan jika menggunakan annualised bisa mencapai Rp 7 triliun.
7. ROE dan PBV nya tinggi sekali
Salah satu hal yang menarik dari SGER adalah ROEnya yang tinggi hingga di atas 100% atau tepatnya 107.32%.

Karena ragu saya mencoba menghitung ulang menggunakan LK Q2 2022.
Laba bersih setelah pajak : 476.178.797.183 disetahunkan menjadi 952.357.594.366
Ekuitas yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk : 887.387.089.141
Dan ternyata benar….
Besar kemungkinan ROE tinggi karena equitynya rendah.
Efek euity rendah tentu saja akan berpengaruh dengan PBV dan DER
Sebenarnya sih saya tidak terlalu peduli dengan rasio-rasio seperti ROE, PBV maupun DER karena yang penting bagi saya adalah penjualannya gimana, bebannya berapa dan menghasilkan NPM berapa.
8. Harga sedang downtren

Nah ini yang menarik dan saat saya baca-baca di forum tidak ada informasi yang relatif spesifik.
Kebanyakan memang berkisar di PBV yang memang sudah mahal untuk ukuran perusahaan batubara.
Rasio-Rasio Penting
Harga : 920 (harga tanggal 30/08/2022)
EPS : 329 (annualised)
Book Value : 238 (annualized)
Harga Wajar : 1327 (Graham Number)
MOS : 31%
PEG Ratio : –
PER : 3.60
PBV : 3.86
GPM : 18.74%
NPM : 13.40%
ROE : 107.32%
Kesimpulan
Jika menggunakan EPS 329 dan Book Value 238 maka harga wajar saham SGER menurut Graham Number sebesar 1327 berbanding dengan harga sekarang Rp 920
Artinya SGER masih undervalue
Tapi memang dibanding dengan perusahaan batubara lain masih kalah dari sisi harga wajarnya dan saya fifty-fifty saja.
Tertarik karena downtren dan menawarkan potensi yang lumayan, tetapi ya mahal juga sih dan dividennya kecil.
Value : Ya
Growth : Tidak
Core : Tidak
=======
Mau baca ANALISA terbaru saham? Klik DISINI
Mau baca INSIGHT yang lebih dalam? Klik DISINI
Mau baca MATERI tentang saham untuk investor pemula? Klik DISINI
Mau menggunakan Kalkulator khusus Saham? Klik DISINI

