MPMX Kok Harganya Turun Terus Ya? Kinerjanya Menurun Atau Hanya Mekanisme Pasar?
Artikel ini merupakan INSIGHT Premium dari Stock Guide ID.
Jika berkenan boleh lo memberikan tip melalui link TIP Stock Guide ID
Nantikan INSIGHT Premium lainnya ya
=====
Kemaren sempat ada yang bertanya kenapa kok MPMX harganya ambyar ya? Hanya dalam waktu 1 bulan turun 23.11%

Ada apakah ini?
Apakah kinerjanya menurun?
Atau ada aksi korporasi yang membuat investor khawatir sehingga mereka menjual MPMX?
Atau hanya mekanisme pasar?
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan di atas dengan menggunakan Lap Keu Q1 2022
Apakah kinerjanya menurun?
Pendapatan MPMX periode Q1 2022 sebesar Rp 3.1 triliun alias menurun dibanding periode Q1 2021 sebesar Rp 3.2 triliun.
Namun penurunan pendapatan ini juga diimbangi dengan efisiensi perusahaan sehingga beban pokok pendapatan Q1 2022 hanya Rp 2.7 triliun dibanding Q1 2021 sebesar Rp 2.9 triliun sehingga laba kotornya justru meningkat dari Rp 294 miliar menjadi Rp 323 miliar.
Untuk laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk juga mengalami kenaikan dari Rp 119 miliar di Q1 2021 menjadi Rp 145 di Q1 2022.
Untuk EPS juga mengalami kenaikan dari Rp 28 menjadi Rp 34.
Artinya dari kinerja MPMX aman ya.
Ada aksi korporasi yang membuat investor khawatir sehingga mereka menjual MPMX?
Ada 2 aksi korporasi yang berdekatan dan menurut saya termasuk salah satu yang membuat harganya turun.
Aksi korporasi pertama jelas pembagian dividen dengan nominal Rp 180 yang membuat div yield saat itu sebesar 14%.
Harga hari Rabu tanggal 18 Mei 2022 sebesar Rp 1255 kemudian MPMX membagikan informasi terkait dividen dan harganya naik menjadi Rp 1380 di tanggal 20 Mei 2022.
Hal ini jelas membuat market bereaksi dan jelas ujung dari dividen besar adalah adanya penurunan ARB di hari exdate.
Benar saja. Cumdate dividen tanggal 27 Mei 2022 harganya masih Rp 1345 dan tanggal 30 Mei 2022 harganya menjadi Rp 1255 dan hingga artikel ini ditulis tanggal 14 Juni 2022 harga MPMX menjadi Rp 965.
Aksi korporasi yang kedua adalah penjualan saham anak usaha yaitu MPMRent ke perusahaan Singapura yaitu Trusty Cars Pte Ltd (Carro).

Berikut rangkuman beritanya
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), perusahaan konsumer otomotif dan transportasi terkemuka di Indonesia mengumumkan penandatanganan perjanjian jual beli pada tanggal 31 Mei 2022 dengan Trusty Cars Pte Ltd (Carro), marketplace mobil bekas terbesar di Asia Tenggara..
Dalam kesepakatan ini, Carro menginvestasikan dana sebesar US$ 53,8 juta atau setara dengan Rp 783,8 miliar untuk menjadi pemegang saham pada PT Mitra Pinasthika Mustika Rent (MPMRent), anak usaha MPMX. Dengan dana tersebut Carro memiliki 50% saham MPMRent dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh.
Investasi ini menandai dimulainya kemitraan antara MPMX, dengan marketplace otomotif terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara yaitu Carro, untuk menyediakan ekosistem end-to-end bagi konsumen di Indonesia, termasuk online marketplace, pembiayaan, sewa kendaraan, layanan perbaikan, dan layanan purna jual.
Sekadar informasi bahwa PT Mitra Pinasthika Mustika Rent adalah anak perusahaan dari MPM Group, yang menyediakan solusi menyeluruh dalam hal layanan transportasi khususnya penyewaan kendaraan seperti visinya yaitu Menjadi perusahaan rental mobil yang terbaik di Indonesia.
MPMRent ini mulai beroperasi tahun 2008.
Apakah penjualan saham MPMRent ini berpotensi merugikan atau menguntungkan bagi MPMX?
Yuk kita liat di Lap Keu Q1 2022 ya

Sudah terlihat bahwa pendapatan dari bisnis sewa kendaraan MPMX menyumbang Rp 209 miliar sedangkan bisnis jual kendaraan dan suku cadangnya menyumbang Rp 2.8 triliun.
Artinya kita tidak usah khawatir terkait penjualan saham anak usaha ini. Bahkan kita bisa berharap dengan bergabungnya Carro bisa membuat bisnis sewa kendaraan ini menjadi lebih menguntungkan.
Tetapi ada catatan ya kalo lebih menguntungkan tentu saja nanti dibagi 2 keuntungannya. Mirip-mirip konsepnya ABMM yang ada di artikel ini ABMM Q1 2022 : Siap-Siap Dengan Non Pengendali Dan Masa Depan
Trus kok harganya bisa turun? Apa kemaren sudah kemahalan?
Bisa jadi. Tapi yuk coba cek harga wajarnya menggunakan EPS 131 dan Book Value 1436.
Harga wajar MPMX menurut Graham Number ternyata Rp 2057 dan saat ini harganya Rp 965 artinya masih sangat undervalue bahkan memiliki potensi keuntungan 100%.
Ternyata sebenarnya tetep murah pake banget.
Jadi bagi investor malah jadi peluang untuk terus akumulasi saham MPMX ini dengan harga psikologis di angka Rp 1000.
Mungkin ada 2 efek yang membuat harga MPMX dibanting yaitu
- Efek dividen besar
- Ya kemaren di tanggal 13-14 Juni 2022 bursa merah semua. Mungkin MPMX mau ikutan juga.

Sumber :
1. https://repjogja.republika.co.id/
2. https://industri.kontan.co.id/

