UNVR Q1 2024 : Laba Bersih Naik 3%, Faktor ETS & Kabar Buruk Sejak 2017
Download LK UNVR Q1 2024
Review LK UNVR Q1 2024
- Kas TURUN dari Rp 1 triliun menjadi Rp 409 miliar
- Aset NAIK dari Rp 16.6 triliun menjadi Rp 18.3 triliun
- Liabilitas NAIK 1% dari Rp 13.2 triliun menjadi Rp 13.4 triliun
- Ekuitas NAIK dari Rp 3.3 triliun menjadi Rp 4.8 triliun
- Penjualan TURUN 4.9% dari Rp 10.6 triliun menjadi Rp 10 triliun.
- Beban pokok pendapatan TURUN dari Rp 5.3 triliun menjadi Rp 5 triliun.
- Laba kotor TURUN 3.7% dari Rp 5.2 triliun menjadi Rp 5 triliun
- Laba bersih NAIK 3% dari Rp 1.4 triliun menjadi Rp 1.44 triliun atau dari EPS 37 menjadi 38
Catatan LK UNVR Q1 2024
Kas UNVR di periode Q1 2024 turun cukup signifikan mencapai 59% dari Rp 1 triliun menjadi Rp 409 miliar.
Jika diperhatikan, penerimaan dari pelanggan menjadi faktor utama kas UNVR menurun dimana Q1 2023 UNVR mendapat kas Rp 10.7 triliun sedangkan di Q1 2024 hanya Rp 9.2 triliun.
Hal unik terjadi dimana aset UNVR naik dari Rp 16.6 triliun menjadi Rp 18.3 triliun dengan kenaikan terbesar ditunjang oleh piutang usaha yang naik dari Rp 2.1 triliun menjadi Rp 3.8 triliun.
Tidak ada penjelasan yang lebih detail terkait piutang ke pihak ketiga ini. Disinyalir faktor lebaran bisa saja menjadi penguat dimana banyak ritel yang berlomba-lomba menambah stok atau menunda pembayaran saja.
Namun dari sisi persediaan dan pembayaran ke pemasok relatif sama. Kita berharap di Q2 2024 piutang usaha ini bisa menjadi kas.
Penjualan UNVR turun dari Rp 10.6 triliun menjadi Rp 10 triliun. Kebutuhan rumah tangga dan perawatan
tubuh menjadi penyumbang penjualan UNVR sebesar Rp 6.2 triliun. Namun segmen ini juga yang mengalami penurunan dibanding Q1 2023 sebesar Rp 6.6 triliun.
Kabar buruknya adalah penjualan UNVR di Q1 2024 ini masih kalah dari Q1 sejak tahun 2017.

Untungnya penurunan penjualan juga diikuti penurunan beban pokok sehingga laba kotor UNVR di Q1 2024 ini tercatat Rp 5 triliun dibanding Q1 2023 sebesar Rp 5.2 triliun.
Ada kabar bahagia dimana kali ini beban umum dan administrasi UNVR turun dari Rp 1 triliun menjadi hanya Rp 773.8 miliar yang membuat laba usaha UNVR naik dari Rp 1.85 triliun menjadi Rp 1.88 triliun.
Apa penyebabnya?
Beban ETS yang biasanya menjadi momok bagi UNVR turun dari Rp 753.3 miliar menjadi Rp 500.4 miliar.
Kita perlu menunggu apakah beban ETS ini akan berkurang terus walopun memang di kontrak tertulis tidak akan lebih dari 1% dari total penjualan bersih domestik tahunan Perseroan.
Artinya naik turunnya tergantung penjualan bersih UNVR. Tapi kan penjualan UNVR sedang rungkad-rungkadnya.
Harga Wajar UNVR Q1 2024
Jika menggunakan EPS 152 dan Book Value 127 maka harga wajar saham UNVR menurut Graham Number sebesar 660 berbanding dengan harga sekarang Rp 2600.
Artinya harga UNVR sangat overvalue.
Memang UNVR tidak cocok menggunakan Graham Number yang murni berbasis EPS dan Book Value.
Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar Saham DISINI
Kesimpulan
UNVR masih ditekan oleh penjualan yang terendah sejak tahun 2017. Penurunan ETS bisa menjadi faktor yang ditunggu di kuartal berikutnya
Value : Tidak
Growth : Tidak
Dividen : Tidak
Core : Tidak
Harga Beli/Jual UNVR
UNVR masih terus mengalami penurunan kinerja saham walopun ada pembalikan sedikit dimana per tanggal 23 April 2024 kemaren harga UNVR menyentuh Rp 2330 atau harga terendah dalam 5 tahun terakhir.
Apakah UNVR akan rebound dan layak dibeli?
Saya menyarankan tidak. Patokan utamanya hanya penjualan. Selama penjualan belum membaik artinya UNVR belum layak dilirik.

