ISAT Lap Keu Q2 2021 : Kenapa EPSnya Tiba-Tiba Selangit

ISAT Lap Keu Q2 2021 : Kenapa EPSnya Tiba-Tiba Selangit

A. SEKILAS PERUSAHAAN

Nama : PT Indosat Tbk

Kode : ISAT

Sektor : Infrastruktur, Utilitas & Transportasi

Sub sektor : Telekomunikasi

Download : Laporan Keuangan Q2 2021

B. BERITA

Tahun 2021 kemaren, ISAT melakukan langkah korporasi yang signifikan karena ada proses transaksi jual beli menara dan adanya proses merger dengan Tri.

Agak unik melihat aksi korporasi ini, namun begitu pihak manajemen sudah mengatakan bahwa tujuan dari aksi jual menara agar ISAT bisa fokus ke produk dan layanan digital.

Kita bisa menantikan kinerja gabungan 2 entitas ini di tahun 2022 akhir karena baru merger awal tahun 2022.

Selain itu juga ada aksi korporasi dengan memberikan dividen yang sangat tinggi mencapai Rp 1748,27.

C. SEKILAS LAPORAN KEUANGAN

Khusus ISAT untuk sekilas laporan keuangan tidak akan saya bahas karena saya justru akan membahas laporan keuangan ISAT di Q2 2021.

Kenapa? Karena di Q2 2021 ada keunikan terkait EPSnya

Bisa terlihat bahwa EPS ISAT tembus 999. Itupun masih salah karena aslinya Rp 1030.

Ada apa kok EPS bisa tembus hingga di atas Rp 1000?

D. PEMBAHASAN LAPORAN KEUANGAN

ISAT mencatat kenaikan laba bersih per saham yang sangat signifikan padahal kenaikan pendapatannya hanya di kisaran 11.3%.

Kok bisa?

Jika melihat EPS ISAT ini sangat unik karena seperti ada polanya kemudian naik turunnya juga sangat tinggi.

Di tahun 2018 EPS ISAT minus hingga Rp 442, tahun 2019 sempat memperbaiki kinerja dengan menghasilkan EPS sebesar Rp 289.

Di tahun pandemi atau tahun 2020, EPS ISAT kembali minus Rp 132 dan di tahun 2021 memperbaiki kinerja dengan sangat istimewa karena EPS-nya Rp 1242.

Sekarang perhatikan lebih detail di Q2 tahun 2021, EPS ISAT mencapai 999.

Ada apakah?

Dan bagaimana sikap kita sebagai investor jika ingin membeli saham ISAT?

Inilah isu yang akan saya angkat di pembahasan kali ini

Yang pertama kita lakukan adalah melihat laporan laba rugi ISAT Q2 tahun 2021.

Yang perlu kita perhatikan pertama tentu saja pendapatan. Apakah pendapatan ISAT di periode 2021 ini mengalami peningkatan?

Ya pendapatan ISAT mengalami peningkatan namun tidak signifikan karena hanya meningkat 11.3%.

Terus kok bisa ya pendapatan meningkat hanya 11.3% tetapi EPSnya meningkat sangat signifikan.

Jika kita perhatikan lebih lanjut akan ada angka yang bertambah sangat signifikan dari tahun 2020 ke tahun 2021. Di bagian keuntungan bersih dari jual dan sewa balik menara ada angka Rp 6.1T atau 6,166,926.

Yuk langsung kita telusuri di Catatan Laporan Keuangan no 19.

Ternyata ada penjualan menara yang dilakukan oleh ISAT.

KIta baca pelan-pelan apa yang sebenarnya terjadi.

Di Catatan Laporan Keuangan no 19 poin a yang membahas tentang transaksi penjualan menara dari ISAT ke EPID dan di poin iv ada tulisan “keuntungan atas jual dan sewa balik menara yang terkait dengan hak-guna yang dialihkan ke pembeli-pesewa sebesar Rp6.491.865 (setelah pajak).

Keuntungan atas jual dan sewa balik menara tersebut dikurangi dengan biaya transaksi dan provisi atas jaminan klaim masing-masing sebesar Rp175.027 dan Rp149.912.”

Sekarang bisa dicoba 6.491.865 – 175.027 – 149.912 = Rp 6,166,926.

Darimana angka Rp 6.491.865?

Kita telusuri di bagian aset tetap CLK poin no 10.

Sudah paham kan.

Bagaimana kalo kita iseng mengeluarkan angka Rp 6,166,926 sebagaimana di laporan kuartal 2 tahun 2020 agar kita tau kira-kira EPS ISAT di tahun 2021  sebenarnya berapa.

Pertama kita cari laba bersih ISAT

Laba bersih ISAT kuartal 2 tahun 2021 sebesar Rp 5,597,999.000.000 kemudian dikurangi pendapatan keuntungan bersih dari jual dan sewa balik menara sebesar Rp 6,166,926.000.000 hasilnya – Rp 568.927.

Jika dibagi dengan jumlah lembar saham sebesar 5.433.933.500 maka EPS ISAT sebesar – 104 atau tepatnya -104.6

Andaikan EPS kuartal 2 tahun 2021 sebesar -104 maka EPS total untuk tahun 2021 sebesar Rp 140.

Secara umum tetap meningkat jika dibanding EPS tahun 2020 tetapi masih lebih sedikit jika dibanding EPS tahun 2019 yang sebesar 289. Tahun 2019 ISAT juga menjual menaranya.

Nah pembahasan selanjutnya adalah kemana larinya uang hasil penjualan menara sebesar Rp 10.4T ini di laporan keuangan?

Saat saya telusuri di laporan arus kas bagian arus kas investasi hanya muncul angka 8,009,239 dengan keterangan Penerimaan yang dapat diatribusikan dari proporsi hak yang dialihkan ke pembeli-pesewa.

Dan saat ditelusuri lagi maka didapat keterangan sebagai berikut

Dan ujung dari laporan arus kas ini adalah uang kas dan setara kas yang muncul di bagian hasil akhir laporan arus kas seperti gambar berikut

Dan muncul di bagian Aset Lancar –> Kas dan Setara Kas

Dan jika muncul di bagian aset lancar maka yang akan berpengaruh adalah

– Total Aset

– Ekuitas/ book value

– ROE

Gimana sudah paham kan alurnya.

Jadi kinerja ISAT tahun 2021 ini tetap meningkat dibanding tahun 2020 tetapi meningkatnya tidak signifikan sekali seperti yang tertera di EPS RTI.

Kenapa ISAT menjual menara padahal Indosat akan menyewa kembali sebanyak 4.085 menara yang telah dilego tersebut kepada PT Epid Menara AssetCo.

President Director & CEO Indosat Ahmad Al-Neama mengungkapkan penjualan aset menara akan menambah permodalan untuk meningkatkan kinerja jaringan dan peluncuran solusi-solusi digital baru demi meningkatkan pengalaman pelanggan. Hal ini merupakan bagian dari strategi Indosat untuk berfokus pada produk dan layanan digital.

Selain itu, dalam paparan publik tahunan disampaikan bahwa dana hasil penjualan menara ini akan dipakai untuk pendanaan kembali (refinance) struktur permodalan perseroan dengan cara yang lebih efisien. Selanjutnya, menyediakan tambahan dana untuk rencana investasi dan mengurangi biaya operasional menara.

Sekadar informasi, secara akumulasi Indosat telah menjual 7.300 menara telekomunikasi miliknya dengan total transaksi mencapai Rp 17,2 triliun. Penjualan dilakukan melalui tiga tahap dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun.

Setelah aksi jual menara ini, PT Indosat Ooredo Tbk. (ISAT) meresmikan merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri Indonesia pada 4/1/2022.

Dengan demikian merger akan mulus hingga melahirkan entitas baru bernama PT Indosat Ooredo Hutchison.

Analis Henan Putihrai Steven Gunawan memperkirakan entitas hasil merger antara Indosat dengan Tri bakal membukukan keuntungan pada periode pertama.

Dia memperkirakan laba bersih pada dua tahun mendatang dapat mencapai Rp3,8 triliun.

“Laba Bersih diprediksikan berpotensi mencapai Rp1,3 triliun pada 2022 hingga Rp3,8 triliun pada 2023 dengan tingkat marjin laba bersih yaitu 3,8 persen dan 8,1 persen dibandingkan 2020 yang minus 2,6 persen,” katanya kepada Bisnis pada Selasa (28/12/2021).

Dia pun berharap return on equity (ROE) pada periode yang sama dapat menyentuh 6,1 persen dan 14,7 persen. Sementara itu dari sisi operasional, menurutnya ada potensi laba sebesar Rp5,3 triliun dan Rp9,9 triliun.

Hal itu sejalan dengan total pendapatan konsolidasi yang dia perkirakan meningkat 15,4 persen pada 2022 menjadi Rp35,4 triliun. Lalu, meningkat hingga Rp46,6 triliun pada 2023.

Sekarang kembali menjawab pertanyaan di bawah ini

Ada apakah?

Ternyata ISAT menjual menara sehingga EPS yang tinggi ini kemungkinan besar tidak akan terulang.

Dan bagaimana sikap kita sebagai investor jika ingin membeli saham ISAT?

Jika melihat kinerja sebenarnya tanpa jualan menara, kinerja ISAT tetap tumbuh positif namun tentu saja masih ada perusahaan telekomunikasi lain yang lebih baik secara fundamental.

Kita bisa menunggu kinerja ISAT hasil merger dengan Tri.

E. KESIMPULAN PEMBAHASAN

Adanya penjualan menara di Q2 2021 membuat EPS tahun 2021 menjadi Rp 1242.

Jika kita keluarkan secara kasar perhitungan penjualan menara maka EPS tahun 2021 hanyalah sebesar minus Rp 104.

Jauh lebih baik dibanding tahun 2020 yang minus Rp 132.

Berarti sudah ada opsi turn around stock? Bisa jadi tetapi dengan melihat harga per artikel ini ditulis yaitu Rp 7025 menurut kami masih terlalu mahal dan belum layak invest.

F. RASIO PERUSAHAAN

1. EPS

Sekarang teman-teman pasti tau arti angka EPS di atas?

Pastinya sudah tidak bingung dan tau alur cerita yang sesungguhnya.

2. Book Value

Book value per share merupakan total aset dikurangi total hutang dibagi jumlah seluruh lembar saham yang ada.

Dan jika melihat BVPS ISAT memang naik turun. Hal ini bisa saja dipengaruhi dengan adanya transaksi penjualan menara yang membuat asetnya berkurang.

3. Arus Cash Flow

  • Aktivitas Operasi

Untuk arus kas dari aktivitas operasi tidak saya bahas karena tidak ada efek yang signifikan.

  • Aktivitas pendanaan

Untuk arus kas dari aktivitas operasi tidak saya bahas karena tidak ada efek yang signifikan.

  • Aktivitas investasi

Di laporan arus kas bagian arus kas investasi  muncul angka 8,009,239 dengan keterangan Penerimaan yang dapat diatribusikan dari proporsi hak yang dialihkan ke pembeli-pesewa.

Dan saat ditelusuri lagi maka didapat keterangan sebagai berikut

Berarti ISAT menerima uang cash total Rp 8 triliun.

G. KESIMPULAN

Harga : 7025 (harga penutupan tanggal 21/04/2022)

EPS : 1242 (annualized)

Book Value : 1689 (annualized)

Harga Wajar : 6870 (Graham Number)

MOS : –

PER : 5.65X

PBV : 4.16X

GPM : –

NPM : 21.51%

ROE : 73.54%

2. Analisa InveStory ID

Kesimpulan menggunakan harga Rp 7025 berdasar Laporan Keuangan Full Tahun 2021 adalah ISAT sudah overvalue. Itupun sudah memasukkan EPS Q2 2021.

Jika EPS Q2 2021 dikeluarkan EPS ISAT full 2021 masih minus Rp 104.

3. Harga Beli & Harga Jual

Harga Wajar : 6870 (Graham Number)

Target Profit :

Isikan :

  • target harga = harga wajar saham
  • harga sekarang = harga saham milik kita

Kita bisa menentukan target profit yang diinginkan dengan cara memasukkan harga pembelian kita dan harga wajar saham tersebut.

Untuk kasus ISAT ini agak susah karena seperti pembahasan di atas bahwa ISAT menjual menara sehingga mempunyai EPS yang sangat tinggi sehingga jika kita ingin menghitung harga wajar sebagai patokan kita taking profit agak bias.

Saham yang kita beli bisa naik dan turun dan sebagai antisipasinya kita bisa melakukan average down jika memang kinerjanya masih stabil.

Adapun average down yang baik saat harganya turun 15% agar kita tidak kehabisan modal.

Masukkan harga milik kita dan masukkan berapa persentase penurunannya maka kita akan mengetahui di harga berapa sebaiknya kita melakukan avg down.

Bagaimana dengan titik jualnya?

Kita bisa menggunakan 2 metode yaitu ketika sudah sampai di harga wajarnya dan sudah mendapat keuntungan tertentu.

Saya menyertakan kalkulator agar teman-teman bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk menjual sahamnya.

Itulah analisa tentang ISAT berdasar Lap Keuangan Kuartal 2 Tahun 2021

Sumber :

1. https://investory.id/

2. https://www.cnbcindonesia.com/

3. https://katadata.co.id/

4. https://market.bisnis.com/

(Visited 25 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Artikel Lainnya