OBMD (PT Obm Drilchem Tbk) : Dunia Dan Regulator Menjadi Pengungkit Yang Manis

Artikel ini merupakan INSIGHT Premium dari Stock Guide ID.

Jika berkenan boleh lo memberikan tip melalui link TIP Stock Guide ID

Nantikan INSIGHT Premium lainnya ya

=====

Summary :

Ada beberapa komoditas yang terbang tinggi yaitu batubara dan cpo. Namun ada 1 komoditas yang di bursa saham relatif sepi padahal justru penggunaannya lebih dekat dengan kita dan sedang mengalami kenaikan harga yaitu minyak.

Diambil tanggal 11/06/2022 jam 21.54
Sumber : https://tradingeconomics.com/commodity/crude-oil

 

Ada 1 perusahaan Indonesia yang bisnis utamanya adalah penopang tambang minyak dan saat ini harganya masih relatif murah jika dibanding dengan harga wajarnya.

Saham tersebut adalah OBMD.

A. Sekilas Perusahaan

Nama perusahaan : PT Obm Drilchem Tbk

Kode Emiten : OBMD

Sektor : Basic Material

Subsektor : Basic Material

B. Bisnis Perusahaan

PT OBM Drilchem Tbk adalah perusahaan multinasional yang memproduksi bahan aditif untuk mencegah kerugian yang terjadi dalam aktivitas pengeboran dengan menggunakan teknologi serat yang merupakan salah satu pemain terdepan di bidangnya.

Produk yang dijual oleh perusahaan bertujuan untuk mengurangi waktu non-produktif di site, membantu meningkatkan stabilitas sumur bor, mencegah kehilangan cairan pada sumur bor, mencegah penempelan diferensial, mengurangi torsi dan tarikan yang berlebihan dan meningkatkan pembersihan lubang.

C. Berita 

PT OBM Drilchem Tbk (OBMD) membukukan kinerja yang memuaskan pada kuartal I-2022. Penjualan OBMD melesat 80,54% dari Rp 14,29 miliar pada kuartal pertama 2021 menjadi Rp 25,80 miliar dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Adapun katalisnya yaitu pertama target pemerintah untuk mencapai produksi minyak 1 juta barel per hari pada tahun 2030.

Kedua kenaikan harga minyak mentah dunia yang masih terjaga di atas level US$ 100 per barel juga telah membuka peluang meningkatnya proses pengeboran di seluruh dunia. Kondisi ini menambah potensi kenaikan permintaan terhadap produk OBMD.

Sepanjang tahun 2022 ini, OBMD mengincar pertumbuhan penjualan sebanyak 30%-40%, atau bisa mencapai sekitar Rp 94 miliar. Guna mencapai target tersebut, OBMD pun menjalankan sejumlah strategi, antara lain dengan memperluas penjajakan kerja sama ke beberapa distributor di luar negeri.

Wakil Direktur Utama OBMD Ivan Alamsyah Siregar optimistis target pertumbuhan penjualan pada tahun ini bisa tercapai. Selain kinerja moncer di kuartal pertama 2022, permintaan kustomer terhadap produk OBMD juga menunjukkan peningkatan, seiring adanya beberapa kontrak baru baik dari dalam maupun luar negeri diantaranya dengan Elnusa, COSL Indonesia dan ONGC India dengan total kontrak senilai US$ 7 juta atau Rp 96 miliar.

Saat ini OBMD sedang melakukan penjajakan tahap akhir kontrak baru dengan beberapa perusahaan minyak besar dengan reputasi yang sangat baik.

Di pasar domestik, produk OBMD menyasar sejumlah wilayah terutama di Kalimantan, Jawa dan Sumatra. Sedangkan untuk pasar ekspor, OBMD memasok produk hingga ke Australia, India, Pakistan, dan Timur Tengah.

Perseroan terus menjalankan strategi yang telah dibuat sejak awal tahun 2022, yaitu dengan terus memperluas kerja sama dengan distributor di luar negeri dan juga melakukan beberapa test lab. “Dilakukannya test lab dengan beberapa operator dan mud company yang membuktikan bahwa produk OBMD unggul dibandingkan competitor, sehingga dapat meningkatkan positioning OBMD di market,” jelasnya.

Dengan kondisi likuiditas yang sangat baik, perseroan juga mengalokasikan Capex sebesar Rp 3,8 miliar untuk pembelian Gudang di Balikpapan dan pembelian spare part mesin, yang dihasilkan dari operating profit perusahaan, dan saat ini juga perseroan tidak mengandalkan hutang dalam menjalankan operasional perusahaan.

“Sampai bulan Mei 2022, pencapaian penjualan telah melebihi 50% dari total target, sehingga kami optimis penjualan sampai akhir tahun akan melampaui target penjualan 2022,” kata Ivan.

Sekadar informasi, Ivan menerangkan, porsi penjualan produk OBM Drilchem selama masa pandemi lebih didominasi untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Setidaknya ada dua alasan mengapa porsi pasar domestik OBMD kian membesar.

Pertama, faktor pandemi covid-19. Ivan mengungkapkan, permintaan dari pasar internasional seperti India, Pakistan, Austria, Australia, dan Timur Tengah sebenarnya tidak berkurang. Hanya saja, pandemi membuat transportasi dan logistik menjadi lebih sulit. Mulai dari kelangkaan kontainer, kenaikan biaya, hingga kebijakan lockdown di negara tujuan.

Kedua, permintaan dari pasar domestik juga semakin tinggi. Hal ini sejalan dengan gencarnya aktivitas pengeboran minyak dalam upaya mencapai target produksi 1 juta barel per hari pada tahun 2030.

Oleh sebab itu, porsi penjualan yang sebelumnya 70% didominasi oleh ekspor dari 30% di pasar domestik, kini berbalik menjadi 70% domestik dan 30% ekspor. “Karena lokal sedang giat pengeboran, sedangkan ekspor masih ada kendala di logistik, meski permintaan sebenarnya tidak berkurang,” ujar Ivan.

Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan dari pasar dalam negeri, OBMD pun akan meningkatkan kapasitas penyimpanan. OBMD berencana melakukan ekspansi dengan menambah pergudangan (warehouse) di Balikpapan agar mobilisasi produk bisa lebih efisien.

Ekspansi ini juga diperlukan lantaran rata-rata utilisasi warehouse yang saat ini berada di Karawang dan Balikpapan sudah mencapai 70%. Dengan permintaan yang terus meningkat, Ivan memperkirakan utilisasi warehouse bisa mencapai 100%.

OBMD pun segera merealisasikan penambahan warehouse tersebut pada periode semester pertama 2022. Sedangkan dana untuk ekspansi itu berasal dari belanja modal (capex) OBMD yang dianggarkan sebesar Rp 3,8 miliar pada tahun ini, yang bersumber dari operating profit.

Sedangkan di pasar internasional, produk OBM Drilchem diminati lantaran teruji dan masuk ke kategori yang ramah lingkungan. Bahkan, OBMD pun sedang bersiap untuk menerima tambahan permintaan dari pasar ekspor.

Ivan bilang, OBMD sedang melakukan beberapa penjajakan dan uji coba (trial) dengan perusahaan minyak raksasa asal Timur Tengah, yakni dari Uni Emirat Arab dan Quwait. Jika berjalan mulus, maka porsi penjualan OBMD tahun 2023 nanti akan menjadi 50:50 untuk pasar domestik dan ekspor.

“Kami sudah memiliki hub di Norwegia, Pakistan, India, dan Thailand. Saat ini, kami sedang melakukan set up hub baru di Abu Dhabi, Rusia, dan Arab Saudi dalam dua tahun ke depan,” ungkap Sekretaris Perusahaan OBM Drilchem Erik Jahja.

Sebagai gambaran, untuk mencapai target penjualan sebesar Rp 94 miliar pada tahun ini, produksi yang dibutuhkan mencapai sekitar 180.000 sak.

Sekretaris Perusahaan OBM Drilchem Erik Jahja mengatakan, pihaknya akan meningkatkan utilisasi kapasitas produksi menjadi 100%, dari 80%. Saat ini, OBMD memiliki dua mesin produksi dengan total kapasitas 300.000 sak per tahun.

D. Laporan Keuangan 

1. ASET

  • Kas dan setara kas mengalami penurunan dari Rp 28.2 miliar menjadi Rp 21.1 miliar.
  • Piutang usaha yang meningkat dari Rp 24.2 miliar menjadi Rp 36.2 miliar. Sayangnya tidak ada informasi masa tagih dari piutang ini. Kita perlu mengecek lagi di Q2 2022.

2. HUTANG

  • Tidak ada hal yang signifikan

3. EKUITAS

  • Tidak ada hal yang signifikan

4. LABA RUGI

Pendapatan OBMD mengalami kenaikan yang sangat signifikan dari Rp 14.2 miliar menjadi Rp 25.8 miliar atau naik sebesar 81.6%.

Pendapatan OBMD ditunjang oleh kenaikan penjualan lokal dan juga pembelian terbesar dilakukan oleh PT Baroid Indonesia

Kenaikan pendapatan juga diikuti dengan kenaikan beban pokok penjualannya yang naik dari Rp 638 juta menjadi Rp 2.4 miliar atau naik sebesar 289%

Kenaikan beban juga terjadi di bagian beban usaha (beban penjualan dan beban adminsitrasi) yang naik dari Rp 11.7 miliar menjadi Rp 17.2 miliar atau naik sebesar 47%.

Beban pengiriman dan logistik menjadi beban penjualan yang naik sangat signifikan.

Terjai kenaikan yang sangat signifikan di bagian gaji dan tunjangan serta peralatan kantor padahal pegawai tetap hanya 50 orang dari Desember 2021 ke Maret 2022.

Karena OBMD baru IPO kita tidak bisa melakukan perbandingan dengan kuartal-kuartal sebelumnya.

E. Laporan Tahunan & PUBEX

Laporan Tahunan – Tidak ada hal yang signifikan. Yang agak disayangkan adalah tidak adanya daftar klien padahal di website dicantumkan beberapa klien dari OBMD

PUBEX – OBMD belum pernah melakukan PUBEX

F. Rasio Perusahaan

1. EPS

OBMD baru saja melakukan IPO atau tepatnya 08 Desember 2021 sehingga data EPS yang ditampikan masih sedikit.

Tetapi sekilas terjadi kenaikan yang signifikan. Kita bisa terus mengawal kinerja OBMD per kuartal.

2. Book Value

Sekali lagi karena OBMD baru saja IPO maka datanya belum ada yang bisa ditampilkan.

3. Kinerja Saham

Jika melihat sekilas maka kinerja saham OBMD masih sideways dan rasa”gorengan” karena naik turunnya lumayan signifikan dalam jangka waktu yang pendek. Bahkan tanggal 27 April 2022 harganya menyentuh Rp 94 dan kemudian terbang menuju Rp 155.

G. Analisa

Mengapa OBMD menurut kami layak sebagai hidden gems adalah

1. Potensi komoditas yang naik dan kebijakan regulator aka pemerintah jelas menjadi katalis yang sangat positif dan OBMD selaku emiten pendukungnya sudah menyiapkan diri dan sudah terbukti penjualan per Q1 2022 meningkat pesat

2. Target OBMD di tahun 2022 yaitu kenaikan pertumbuhan penjualan 30-40% dan baru sampai Mei 2022 target tersebut telah tercapai 50%.

3. Penjualan sekarang didominasi oleh lokal karena adanya pandemi. Diharap setelah pandemi berakhir pendapatan ekspor kembali meningkat atau 50:50.

4. Klien OBMD merupakan perusahaan besar di bidang perminyakan seperti TOTAL, Chevron, Saudi Aramco.

Klien ini tercantum di website tetapi tidak tertulis di LK atau Laporan Tahunan.

5. Marketcap sangat kecil dengan harga Rp 155, marketcapnya hanya Rp 113.46 miliar.

6. Harga saham saat ini masih dibawah harga wajarnya bahkan dengan potensi naik 1 bagger.

7. Harga saham saat ini Rp 155 masih dibawah harga IPO di kisaran Rp 180.

8. Banyaknya investor atau trader yang keluar dari OBMD menunjukkan OBMD sedang dibuang oleh market.

H. Catatan

OBMD bukanlah perusahaan tambang minyak sehingga naik turunnya harga minyak tentu saja tidak akan langsung berdampak.

Selain itu, OBMD juga baru saja IPO di tanggal 08 Desember 2021 sehingga data yang ada belum banyak.

Saham yang beredar sangat sedikit.

Hanya dengan modal Rp 28.2 miliar sudah bisa mengakuisisi semua saham yang beredar di masyarakat.

I. Rasio Penting

Harga : 155 (harga penutupan tanggal 10/05/2022)

EPS : 35 (annualized)

Book Value : 131 (annualized)

Harga Wajar : 321 (Graham Number)

MOS : 52%

PER : 4.39X

PBV : 1.18X

GPM : 90.38%

NPM : 25.03%

DER : 12.54%

J. Kesimpulan

Type : Value investing dan growth investing

Melihat kinerja tahun 2021 dan target di tahun 2022, kemungkinan akan ada kenaikan tambahan pendapatan serta laba bersih.

Yang harus menjadi perhatian adalah

  • Pendapatan OBMD tidak terkait dengan harga minyak langsung tetapi dengan permintaan pengeboran minyak

Dengan harga masih dibawah Rp 155 maka masih menawarkan peluang yang optimal apalagi saat awal IPO pernah berada di kisaran Rp 180.

Sumber :

1. https://www.drilchem.com

2. http://lembarsaham.com/

3. https://investasi.kontan.co.id/

4. https://investor.id/

5. https://www.beritasatu.com/

6. https://investasi.kontan.co.id/

7. https://investasi.kontan.co.id/

(Visited 413 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

2 Responses

  1. tyo04 says:

    Bgmn dengan persaingan usaha sejenis , apakah ada ?

    • admin says:

      Sempat saya tanyakan ke orang perminyakan sepertinya tidak ada

      Tapi bisa saja ada namun perusahaan tersebut belum listing.

      Namun jika melihat tren GPMnya sepertinya OBMD berada di posisi yang aman dan memiliki keunggulan yang kuat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *