Sebelum Membahas Valuasi Pahami Dulu Bisnisnya

Dalam Komunitas Dividen Investing yang Stock Guide bangun, ada diskusi tentang valuasi saham.

Diskusi ini dipicu oleh pertanyaan member seperti di bawah ini

untuk dividen investingnya nyicil2 saham AYAM tp saya ga paham AYAM secara valuasinya,

Teman-teman bisa join DISINI jika mau mendapat support dan diberi arahan terkait investasi khususnya dividen investing.

Di artikel ini Stock Guide akan membahas terkait dengan valuasi saham dan apa saja hal yang seharusnya diperhatikan sebelum membahas valuasi saham.

Valuasi saham adalah proses menentukan nilai intrinsik atau harga wajar dari suatu saham perusahaan berdasarkan berbagai faktor seperti

  • kondisi perusahaan (PBV)
  • kinerja perusahaan (PER),
  • prospek pertumbuhan,
  • hingga potensi dividen yang akan dibagikan

Tetapi di bursa ternyata banyak yang salah kaprah yaitu membahas valuasi terlebih dahulu. Padahal seharusnya sebelum bisa memvaluasi suatu saham kita sudah paham bisnis perusahaan tersebut

Pahami dulu bisnisnya baru memvaluasi saham

Contoh emiten LPPF

Bisnis LPPF adalah menyewa tempat kemudian menjual produk milik sendiri di tempat tersebut sekaligus menyewakan juga agar vendor lain bisa menitipkan produknya.

Dari sini kita bisa memvaluasi LPPF

Contoh lagi yaitu kita mau membeli sebuah tanah di tengah kota Yogyakarta.

Yang kita lakukan dulu tentu saja kita wajib mengetahui status tanah tersebut, lingkungannya ada apa saja, apa potensi yang membuat tanah tersebut bisa naik atau turun, dsb/

Setelah memahami baru kita bisa memperkirakan harga tanah tersebut kemurahan atau kemahalan atau fair.

Kembali ke saham

Untuk memahami valuasi kita perlu mempelajari

  • bisnisnya
  • kondisi perusahaan
  • kinerja perusahaan
  • kinerja saham

1. Bisnis

Dengan memahami bisnisnya maka kita akan jadi memahami apa saja faktor-faktor yang membuat kinerja emiten naik atau turun.

Contoh memahami bisnis emiten batubara faktor terbesarnya datang dari

  • harga acuan batubaranya,
  • kebutuhan dalam negeri
  • tetek bengek urusan dengan pemerintah
  • luas lahan yang dimiliki
  • negara tujuan penjualan
  • faktor makro ekonomi

Contoh bisnis seperti LPPF atau matahari

  • harga sewa mallnya
  • mallnya rame atau tidak
  • update fashion terkini
  • daya beli masyarakat
  • harga jual produk lewat offline di gerai dibanding membeli via online 

Dengan memahami bisnisnya maka nanti tidak akan sembarang menggunakan rasio-rasio seperti PBV.

PBV saham batubara tentu mempunyai arti yang berbeda dengan PBV emiten seperti LPPF yang modalnya kecil saja sudah cukup.

Setelah memahami bisnis dari emiten kita akan masuk ke perusahaannya tersebut

2. Kondisi perusahaan

Kondisi perusahaan adalah apa yang dimiliki oleh perusahaan tanpa embel-embel kinerja.

Di laporan keuangan kondisi perusahaan ini bisa dilihat melalui neraca yaitu aset, hutang dan modalnya.

Selain neraca juga nanti terhubung dengan laporan arus kas.

Teman-teman bisa membaca berbagai materi terkait 3 hal ini disini

Ingat ya untuk memahami kondisi perusahaan itu tidak bisa instan tetapi harus pelan-pelan contohnya

  • membahas kas maka mau tidak mau juga akan membuka laporan arus kasnya
  • membahas piutang maka akan membahas Days Sales Outstanding (DSO)
  • membahas persediaan maka akan sampai ke Days Inventory Outstanding (DIO)

Setelah memahami kondisi perusahaan, masuk ke kinerja perusahaan

3. Kinerja perusahaan

Kinerja perusahaan adalah kemampuan perusahaan menggunakan “kondisi perusahaannya” untuk mendapatkan pemasukan.

Dalam laporan keuangan, poin no 2 ini masuk ke laporan laba rugi

Disini nanti kita akan melihat contohnya

  • penjualan. Produk dijual kemana, pembagian segmennya seperti apa, siapa pelanggannya dll
  • beban-beban. Apakah ada beban-beban rutin seperti bayar royalti, beban keuangan, laba/rugi selisih kurs dll

Setelah kinerja perusahaan maka berikutnya adalah kinerja saham

4. Kinerja saham

Kinerja saham adalah angka hasil dari kombinasi berbagai pikiran, teknik, sentimen dll dari para pelaku bursa sehingga muncul angka tersebut.

Contoh harga LPPF penutupan tanggal 02 September 2025 adalah 1600

harga saham lppf

Angka atau harga tersebut sudah disaring berdasar

  • kondisinya
  • kinerjanya
  • sentimen daya beli
  • sentimen dividen besar
  • sentimen aktivitas politik dsb

Nah angka atau harga saham inilah yang bisa dijadikan tolok ukur apakah harga saat ini murah atau mahal berdasarkan

  • bisnisnya
  • kondisi perusahaannya
  • kinerja perusahaannya

Sampai sini sudah paham?

Sekarang kita masuk ke teknik valuasi saham.

Valuasi Saham

Ada banyak sekali teknik valuasi saham. Yang paling sederhana yaitu PBV dan PER. Stock Guide menggunakan teknik Graham Number yaitu seperti di bawah ini

rumus graham number

Sumber : https://academy.education.investing.com/wp-content/uploads/2025/01/Benjamin-Graham-Number-Calculation.png

Namun poin pentingnya adalah

Pahami story dibalik rumus yang ada

Contoh

Valuasi saham menggunakan Graham Number

  • darimana angka 22.5 berasal
  • bisakah angkanya diganti misal jadi 30 atau 15
  • apa kelemahan rumus tersebut

Valuasi saham menggunakan PER dan PBV.

Teman-teman wajib paham 

  • apa faktor yang mempengaruhi EPS?
  • apa book value emiten ritel dan emiten batubara sama?
  • apa kelemahan rumus valuasi PER dan PBV.

Kelemahan PBV adalah beda jenis perusahaan seharusnya beda juga PBVnya.

Perusahaan seperti sawit bisa saja PBVnya kecil-kecil. Tapi emiten seperti LPPF pasti PBVnya besar-besar karena memang modalnya kecil.

Contoh lagi ada yang memvaluasi menggunakan teknik EV/EBITDA

  • Apa itu ebitda

EBITDA digunakan dalam valuasi saham karena menghilangkan dampak struktur modal (bunga), kebijakan pajak, dan biaya non-tunai (depresiasi dan amortisasi) sehingga investor dapat membandingkan kinerja operasional dasar perusahaan yang sesungguhnya dan menilai potensi keuntungan serta efisiensi tanpa dipengaruhi faktor-faktor tersebut.

Sampai sini sudah paham ya?

Nah sekarang apa yang bisa saya lakukan?

  1. buka laporan keuangan
  2. baca bisnisnya
  3. lihat neraca dan arus kasnya
  4. lihat laporan laba ruginya
  5. valuasi saham sesuai keinginan

=======

Mau baca terkait DIVIDEN INVESTING? Klik DISINI

Mau baca ANALISA terbaru saham? Klik DISINI

Mau baca INSIGHT yang lebih dalam? Klik DISINI

Mau baca MATERI tentang saham untuk investor pemula? Klik DISINI

Mau menggunakan Kalkulator khusus Saham? Klik DISINI

(Visited 171 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *