PBID Q1 2025 : Laba Bersih Turun 23%, 2 Faktor Penurun & 2 Faktor Pengungkit
Download LK PBID Q1 2025
Review LK PBID Q1 2025
- Kas TURUN 33.69% dari Rp 80.39 miliar menjadi Rp 121.12 miliar
- Aset TURUN dari Rp 3.58 triliun menjadi Rp 3.56 triliun
- Liabilitas TURUN 20.14% dari Rp 623.36 miliar menjadi Rp 497.80 miliar
- Ekuitas NAIK 3.52% dari Rp 2.95 triliun menjadi Rp 3.05 triliun
- Penjualan TURUN 0.49% dari Rp 1.28 triliun menjadi Rp 1.27 triliun
- Beban pokok pendapatan NAIK 3.42% dari Rp 1.01 triliun menjadi Rp 1.04 triliun
- Laba kotor TURUN 15.01% dari Rp 272.59 miliar menjadi Rp 231.67 miliar
- Laba bersih TURUN 23.24% dari Rp 132.58 miliar menjadi Rp 101.77 miliar atau EPS Rp 17 menjadi Rp 13
Kondisi Perusahaan
Kas PBID di periode Q1 2025 turun 33.69% dari Rp 80.39 miliar menjadi Rp 121.12 miliar


Kombinasi dari hal-hal berikut membuat kas PBID turun signifikan
1. Pembayaran ke pemasok yang naik dari Rp 928.79 miliar menjadi Rp 1.01 triliun
2. Pembayaran kas untuk beban operasional yang naik dari Rp 30.75 miliar menjadi Rp 49.10 miliar
3. Pembayaran ke karyawan yang naik dari Rp 120.70 miliar menjadi Rp 158.66 miliar
4. Perolehan aset investasi keuangan yang naik dari Rp 0 menjadi Rp 123.93 miliar
5. Pembayaran utang bank jangka pendek yang naik dari Rp 249.38 miliar menjadi Rp 374.12 miliar
Memang ada kombinasi kenaikan yang menambah uang kas. Namun hasil akhirnya adalah penurunan uang kas.
Aset total PBID turun dari Rp 3.58 triliun menjadi Rp 3.56 triliun

Unsur penyusun aset PBID terbesar sebagai berikut
1. Aset tetap sebesar Rp 1.24 triliun
2. Persediaan sebesar Rp 1.13 triliun
3. Investasi di aset keuangan Rp 414.29 miliar
PBID menaruh investasinya di obligasi dengan bunga kisaran 3.90% s/d 6.50%.
4. Piutang usaha total Rp 403.28 miliar
Ada kenaikan piutang usaha dari Rp 394.67 menjadi Rp 403.28 miliar. Imbas ada momen lebaran? isa iya bisa tidak.
Memang harus melihat jumlah persediaan, utang usaha dan penjualan juga.
Namun ada yang perlu ditelusuri dimana persediaan PBID sangat banyak bahkan menjadi penyumbang no 2 aset terbesar. Dan jumlah persediaan ini hampir sama dengan aset tetapnya.
Terus bagaimana dengan kas dan penjualannya?
Stock Guide tertarik untuk melihat Cash Conversion Cylenya. Teman-teman bisa membaca selengkapnya di artikel ini Mengenal Cash Conversion Cycles Beserta Contoh Sahamnya
Kita hitung untuk Days Inventory Outstanding dengan rumus
DIO = (Persediaan / COGS) x Jumlah hari dalam periode
Persediaan : 1.134.073.656
COGS : 1.045.842.420
Hari : 90
Maka DIO dari PBID = 97 hari.
Rata-rata, butuh waktu 97 hari sejak barang masuk gudang sampai akhirnya terjual
Jadi secara umum masih aman apalagi industri plastik memang harus stok beberapa bahan agar mengantisipasi kenaikan harga minyak dan resin serta butuh stok bahan baku dan barang jadi dalam jumlah besar untuk jaga kelangsungan produksi.
Liabilitas PBID turun 20.14% dari Rp 623.36 miliar menjadi Rp 497.80 miliar

Berikut ini penyusun hutang terbesar PBID
1. Utang bank jangka pendek Rp 134.51 miliar
Jika dibandingkan dengan kas untuk periode kuartal 1 tentu saja lebih banyak utangnya tetapi hutang minimal 1 tahun maka kita menunggu nanti di akhir tahun apakah PBID bisa membayar atau harus gali lubang…Walaupun sebenarnya tidak usah ditanyakan ya karena PBID masih ada investasi yang menjadi aset lancar.
2. Utang usaha Rp 109.48 miliar
Ekuitas PBID Q1 2025 naik 3.52% dari Rp 2.95 triliun menjadi Rp 3.05 triliun
Kinerja Perusahaan
Penjualan PBID di periode q1 2025 turun 0.49% dari Rp 1.28 triliun menjadi Rp 1.27 triliun

Penjualan kemasan plastik dan lain-lain yang mengalami penurunan sedangkan penjualan biji plastik mengalami kenaikan.
Yang unik adalah sebenarnya yang imbasnya paling signifikan adalah pendapatan lain-lain.
Namun saat kami telusuri di CLK tidak menemukan definisi detail dari pendapatan lain-lain.
Sayangnya penurunan penjualan justru diikuti dengan naiknya beban pendapatan yang naik 3.42% dari Rp 1.01 triliun menjadi Rp 1.04 triliun sehingga laba kotor menurun 15.01% dari Rp 272.59 miliar menjadi Rp 231.67 miliar.
Terkait beban pokok pendapatan, berikut tabel kenaikan beban yang ada di beban pokok pendapatan
| No | Komponen | 2025 (Rp) | 2024 (Rp) | Kenaikan (Rp) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Beban penjualan biji plastik | 311.527.781 | 287.170.934 | 24.356.847 |
| 2 | Upah langsung | 55.796.635 | 44.582.603 | 11.214.032 |
| 3 | Beban pabrikasi | 55.150.592 | 53.179.791 | 1.970.801 |
Kenaikan beban penjualan biji plastik sebenarnya relate dengan kenaikan penjualannya. Tapi mungkin ada faktor lain yang menyebabkan beban ini naik lebih tinggi seperti harga beli yang naik, kurs USD yang naik atau memang membeli dalam jumlah lebih banyak.
Terkait upah langsung juga naik dan bisa dikarenakan adanya momen THR.
Berikut detail laporan laba rugi PBID Q1 2025

Selain faktor kenaikan beban pendapatan, ada beberapa kenaikan beban yang membuat laba bersih PBID di q1 2025 ini menurun.
1. Kenaikan beban penjualan dari Rp 52.01 miliar menjadi Rp 56.89 miliar
Gaji dan tunjangan menjadi faktor terbesar kenaikan beban penjualan. Gaji dan tunjangan naik dari Rp 18.86 miliar menjadi Rp 22.45 miliar
2. Kenaikan beban umum dan administrasi dari Rp 52.18 miliar menjadi Rp 57.46 miliar
Di area beban umum ada 3 hal yang naik signifikan yaitu
- Sumbangan: Naik Rp 1.413.612 (naik hampir 200%)
- Biaya pajak: Naik Rp 1.061.750 (naik hampir 2 kali lipat)
- Gaji dan tunjangan: Naik Rp 1.491.853
Kesimpulannya adalah penurunan laba rugi PBID terjadi karena faktor kenaikan pembelian biji plastik dan kenaikan beban upah/gaji karyawan.
Laba bersih akhir PBID periode Q1 2025 turun 23.24% dari Rp 132.58 miliar menjadi Rp 101.77 miliar atau EPS Rp 17 menjadi Rp 13.
Kinerja Saham

Kinerja perusahaan PBID di Q1 2025 memang turun dibanding Q1 2024. Tetapi faktor kinerja perusahaan yang naik secara tahunan di tahun 2024 dibanding tahun 2023 juga menjadi faktor kenapa kinerja saham PBID naik 26.77%.
Tidak signifikan tetapi juga sudah baik alias sesui dengan target kenaikan 20%.
Rasio-Rasio Penting
Harga : 515 (harga tanggal 30/04/2025)
EPS : 54 (annualised)
Book Value : 391 (annualized)
Harga Wajar : 714 (Graham Number)
MOS : 28%
PEG Ratio : –
PER : 13.49
PBV : 19.75
GPM : 18.1%
NPM : 8%
ROE : 15.46%
Harga Wajar PBID Q1 2025
Jika menggunakan EPS 58 dan Book Value 391 maka harga wajar saham PBID Q1 2025 menurut Graham Number sebesar 714 berbanding dengan harga sekarang Rp 515 (Penutupan tanggal 30 April 2025).
Artinya PBID masih undervalue
Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar Saham DISINI
Kesimpulan Review PBID
Kondisi perusahaan bagus, kinerja perusahaan menurun dan kinerja saham naik moderat
Value : Ya
Growth : Tidak
Dividen : Ya
Core : Tidak
Stock Guide : Ya
Harga Beli/Jual PBID
Memang kinerja perusahaan dari PBID sedang tertekan.
Namun jika melihat alur ceritanya dimana kinerja perusahaan tertekan karena biji plastik dan upah maka seharusnya di kuartal 2 sudah membaik.
Memang hanya berharap. Tetapi sebenarnya ada 2 hal lagi yang bisa jadi pengungkit kinerja sahamnya kembali naik yaitu
1. Perusahaan yang relatif stabil
Menurut kami PBID merupakan emiten yang mempunyai potensi tetap strong di tengah kondisi ekonomi karena kebutuhan plastik sudah menjadi hal yang wajar.
Namun memang justru bisa tertekan karena kampanye sadar lingkungan.
2. Potensi dividen
PBID termasuk emiten yang bisa memberikan dividen cukup besar yaitu kisaran 7%.
Berapa potensi dividen tahun 2025?
Dengan EPS 64 dan DPR rata-rata kisaran 70% hingga 80% maka potensi dividen tahun buku 2024 sebesar Rp 44 s/d Rp 51 atau div yield 8.54% s/d 9.9%.
=======
Mau baca ANALISA terbaru saham? Klik DISINI
Mau baca INSIGHT yang lebih dalam? Klik DISINI
Mau baca MATERI tentang saham untuk investor pemula? Klik DISINI
Mau menggunakan Kalkulator khusus Saham? Klik DISINI

