ELSA Q4 2024 : Laba Bersih Naik 41.84%, Yang Mengganjal Dan Potensi Dividennya
Download LK ELSA Q4 2024
Review LK ELSA Q4 2024
- Kas NAIK 41.98% dari Rp 2.07 triliun menjadi Rp 2.94 triliun
- Aset NAIK dari Rp 9.60 triliun menjadi Rp 10.62 triliun
- Liabilitas NAIK 10.40% dari Rp 5.18 triliun menjadi Rp 5.72 triliun
- Ekuitas NAIK 11.03% dari Rp 4.41 triliun menjadi Rp 4.90 triliun
- Penjualan NAIK 6.60% dari Rp 12.56 triliun menjadi Rp 13.39 triliun
- Beban pokok pendapatan NAIK 5.92% dari Rp 11.39 triliun menjadi Rp 12.06 triliun
- Laba kotor NAIK 13.25% dari Rp 1.16 triliun menjadi Rp 1.32 triliun
- Laba bersih NAIK 41.84% dari Rp 501.3 miliar menjadi Rp 713.6 miliar atau dari EPS 69 menjadi 98
Kondisi Perusahaan
Kas ELSA di periode Q4 2024 naik 41.98% dari Rp 2.07 triliun menjadi Rp 2.94 triliun. Penerimaan dari pelanggan yang naik dari Rp 12.64 triliun menjadi Rp 13.44 triliun menjadi faktor kunci kenaikan kas yang lumayan signifikan.
Aset total ELSA naik dari Rp 9.60 triliun menjadi Rp 10.62 triliun.

Unsur penyusun aset ELSA terbesar sebagai berikut
1. Piutang usaha sebesar Rp 3.14 triliun dengan umur piutang yang belum jatuh tempo Rp 2.80 triliun.
2. Kas dan setara kas Rp 2.94 triliun
3. Aset tetap senilai Rp 1.94 triliun
Cukup menarik melihat aset ELSA yang ternyata terbesarnya justru dari piutang.
Sebenarnya bagi kami masalah dan tidak masalah ketika piutang dan kasnya besar.
Mungkin jadi masalah ketika uang kas sebesar itu tapi tidak dioptimalkan.
Ibarat kita bisnis tapi lebih banyak uang kasnya. Dan hmmmm…ELSA adalah bagian dari BUMN yang potensi korupsinya cukup tinggi….
Menjadi tidak masalah ketika semuanya berjalan lancar dan dividen bagi investor minoritas aman dengan yield rata-rata 8%. Nanti kita lihat berapa div yieldnya ya.
Liabilitas ELSA naik 10.40% dari Rp 5.18 triliun menjadi Rp 5.72 triliun.

Hutang tertinggi berasal dari utang jangka pendek berupa beban akrual senilai Rp 2.83 triliun.
Berapa utang usahanya ketika piutang usahanya lebih dari 90 hari dan nilainya Rp 2.80 triliun? Ternyata hanya Rp 1.15 triliun.
Masih tidak masalah karena kas ELSA cukup tinggi.
Ekuitas naik 11.03% dari Rp 4.41 triliun menjadi Rp 4.90 triliun
Kinerja Perusahaan
Penjualan ELSA di periode Q4 2024 naik 6.60% dari Rp 12.56 triliun menjadi Rp 13.39 triliun dengan kenaikan terbesar berasal dari Jasa hulu migas terintegrasi pihak berelasi yang naik dari Rp 3.56 triliun menjadi Rp 4.50 triliun.
Ada penurunan penjualan pihak ketiga dari sisi distribusi dimana Q4 2023 sebesar Rp 1.94 triliun di Q4 2024 menjadi Rp 1.48 triliun.

Kenaikan pendapatan diikuti dengan kenaikan beban pokok pendapatan yang naik 5.92% dari Rp 11.39 triliun menjadi Rp 12.06 triliun. Karena kenaikan lebih tinggi penjualan maka laba kotor ELSA naik 13.25% dari Rp 1.16 triliun menjadi Rp 1.32 triliun.
Tidak ada hal signifikan dalam laporan laba rugi ELSA Q4 2024 dan laba bersih ELSA naik 41.84% dari Rp 501.3 miliar menjadi Rp 713.6 miliar atau dari EPS 69 menjadi 98
Kinerja Saham

Kabar baik bagi para calon investor ELSA dimana dalam 1 tahun terakhir harga ELSA ternyata stagnan.
Tidak stagnan sepenuhnya karena di Agustus 2024 harga ELSA pernah naik hingga Rp 540 dan pelan-pelan turun kembali ke harga kisaran Rp 394.
Sepertinya harga Rp 400 bisa menjadi patokan untuk masuk ELSA sebagai harga psikologis apalagi dengan kenaikan laba bersih tembus 41% tapi harga sahamnya dalam 1 tahun terakhir tidak naik.
Kinerja perusahaan dan kinerja saham ELSA jauh lebih baik dibanding AKRA. Baca disini AKRA Q4 2024 : “Mendung” Dan 3 Hal Yang Bisa Menjadi Pertimbangan
Rasio-Rasio Penting
Harga : 394 (harga tanggal 21/03/2025)
EPS : 98 (annualised)
Book Value : 672 (annualized)
Harga Wajar : 1217 (Graham Number)
MOS : 68%
PEG Ratio : –
PER : 4.03
PBV : 0.59
GPM : 9.9%
NPM : 5.3%
ROE : 14.56%
Harga Wajar ELSA Q4 2024
Jika menggunakan EPS 98 dan Book Value 672 maka harga wajar saham ELSA Q4 2024 menurut Graham Number sebesar 1217 berbanding dengan harga sekarang Rp 394 (Penutupan tanggal 21 Maret 2025).
Artinya ELSA masih sangat undervalue.
Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar Saham DISINI
Kesimpulan Review Saham ELSA
Kondisi perusahaan naik, kinerja perusahaan naik dan harga saham stagnan
Value : Ya
Growth : Ya
Dividen : Ya
Core : Ya
Stock Guide : Ya
Harga Beli/Jual ELSA
Kondisi perusahaan meningkat walaupun menyisakan ruang kecil dimana uang kas cukup besar (hehe…khawatir korupsinya itu lho kaya PERTAMAIN..iya pertamaxnya diMAINkan menjadi Pertalite).
Kinerja perusahaan meningkat dan harga saham stagnan menjadi poin penting alasan masuk ke ELSA dengan harga psikologis maksimal Rp 400.
Kalo beli di atas Rp 400 gimana? Kalo bisa jangan karena ada 1 lagi yang menjadi kuncian yaitu dividen.
Dengan EPS 98 dan dividen payout ratio 50% maka perkiraan dividen ELSA Rp 49. Dengan harga saat ini Rp 394 maka div yieldnya 12.43%. Asoy juga nih.
Oh ya teman-teman bisa pakai Kalkulator Dividen ya untuk mengecek kira-kira dividennya berapa. Baca Kamu Dividen Investing Atau Dividen Hunter? Atau Malah Dividen Waiting Investor

