ANTM Q1 2024 : Laba Bersih Turun 85.6% Dan Per Nikel an Duniawi
Download LK ANTM Q1 2024
Review LK ANTM Q1 2024
- Kas NAIK dari Rp 9.2 triliun menjadi Rp 11.8 triliun
- Aset TURUN dari Rp 42.8 triliun menjadi Rp 41.2 triliun
- Liabilitas TURUN 16.3% dari Rp 11.6 triliun menjadi Rp 9.7 triliun
- Ekuitas NAIK dari Rp 30.6 triliun menjadi Rp 30.9 triliun
- Penjualan TURUN 25.6% dari Rp 11.5 triliun menjadi Rp 8.6 triliun.
- Beban pokok pendapatan TURUN dari Rp 8.7 triliun menjadi Rp 8.3 triliun.
- Laba kotor TURUN 91.2% dari Rp 2.8 triliun menjadi Rp 250.7 miliar
- Laba bersih TURUN 85.6% dari Rp 1.6 triliun menjadi Rp 238.3 miliar atau dari EPS 69.2 menjadi 9.9
Catatan LK ANTM Q1 2024
Kas ANTM di periode Q1 2024 naik cukup signifikan mencapai 28.7% dari Rp 9.2 triliun menjadi Rp 11.8 triliun.
Di bagian arus kas dari investasi ada penambahan uang kas mencapai Rp 5.1 triliun yang berasal dari pencairan deposito.
Ada penurunan piutang usaha yang cukup signifikan dari Rp 1.1 triliun menjadi hanya Rp 362.4 miliar. Disisi lain ada penambahan persediaan dari Rp 3.4 triliun menjadi Rp 4.2 triliun.
Persediaan yang naik signifikan ini feronikel dari Rp 431.9 miliar menjadi Rp 1.3 triliun. Namun kabar buruknya adalah kenaikan persediaan ini disebabkan menurunnya penjualan feronikel.
Hutang turun 16% karena disebabkan penerimaan hutang bank jangka pendek dari Rp 1 triliun menjadi Rp 39.6 miliar.
Secara umum kualitas aset ANTM tidak kaleng-kaleng. Bahkan hutang ANTM bisa lunas dengan kasnya saja. Apalagi ada persediaan yang berupa emas. Tau kan emas tidak ada nilai busuknya dan kalopun didiamkan naik.
Penjualan melorot 25.6% dari Rp 11.5 triliun menjadi Rp 8.6 triliun. Penurunan terbesar disumbang oleh penjualan bijih nikel dari Rp 2.9 triliun menjadi Rp 534.1 miliar dan feronikel dari Rp 1.2 triliun menjadi Rp 18.3 miliar. Hal ini yang menyebabkan persediaan ANTM untuk feronikel meningkat pesat. Hal yang berbeda dengan bijih nikel.
Padahal dari sisi emas justru mengalami peningkatan dimana Q1 2023 menjual Rp 7 triliun di Q1 2024 menjadi Rp 7.6 triliun.
Hal ini menjadi PR bagi kita apakah penjualan bijih nikel dan feronikel ini hanya penurunan sesaat atau penurunan memang tidak ada yang mau membeli. Kami rasa dengan menjawab hint ini bisa menjadi senjata apakah kita perlu melirik ANTM ini atau tidak.
Untungnya masih ada penghasilan lain-lain yang naik dari minus Rp 194.3 miliar menjadi Rp 303.3 miliar menjadikan laba bersih ANTM Rp 238.3 miliar.
Harga Wajar ANTM Q1 2024
Jika menggunakan EPS 40 dan Book Value 1289 maka harga wajar saham ANTM menurut Graham Number sebesar 1073 berbanding dengan harga sekarang Rp 1510.
Artinya harga ANTM saat ini sudah overvalue.
Kesimpulan
ANTM sedang mengalami musim yang kurang kondusif dimana penjualannya merosot hingga 85%. Walopun begitu ANTM bukanlah emiten kaleng-kaleng jika melihat unsur penyusun book valuenya.
Value : Tidak
Growth : Tidak
Dividen : Tidak
Core : Tidak
Harga Beli/Jual ANTM
Harga ANTM saat ini Rp 1510 atau sudah turun 26.7% dibanding harga ANTM 1 tahun lalu di kisaran Rp 2000.
Dengan kinerja yang ambyar tentu bukan hal baik bagi kita untuk masuk dengan pengetahuan seadanya.
Tugas pertama adalah memastikan kenapa penjualan bijih nikel dan feronikel turun drastis.
Jika bisa menjawab pertanyaan ini maka ANTM bisa mausk watchlist saja. Belum beli ya karena pun misal kita tau kita perlu menunggu sampe berapa harga ANTM akan jatuh.
Disisi lain dengan harga saat ini juga sudah overvalue. Perlu diingat konsep Graham Number memperhatikan EPS.
Jika kita bisa menemukan jawaban tentang bijih nikel dan feronikel kemudian kita yakin EPS akan naik maka harga ANTM akan naik.
Namun jika tidak mending membeli saham yang lebih menjanjikan utamanya dari dividen seperti saham INI

