BIRD Q1 2022 : Yakin Sudah Turn Around?
A. SEKILAS PERUSAHAAN
Nama : PT Blue Bird Tbk
Kode : BIRD
IPO : 05 November 2014
B. BISNIS
Kegiatan usaha Perusahaan bergerak dalam bidang angkutan darat dan angkutan melalui saluran pipa, pergudangan dan aktivitas penunjang angkutan, aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, perdagangan, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, industri kendaraan bermotor trailer dan semi trailer, perdagangan eceran bukan mobil dan motor, dan real estat.
C. ANALISA
Hari-hari ini holder BIRD sedang bergembira karena ada 2 hal yaitu :
1. Kenaikan harga sahamnya hingga 23.18%

2. EPS Q1 yang naik dari Rp 3 di 2021 menjadi Rp 75 di 2022 (annualized) atau dari minus Rp 11 menjadi Rp 19 di Q1 2022.

Pertanyaannya apakah memang kinerja dari BIRD ini sudah turn around?
Yuk kita buka LK Q1 2022.

Terlihat jelas bahwa memang pendapatan naik dari Rp 480 miliar menjadi Rp 673 miliar atau kenaikan sebesar 40.2%.
Kenaikan pendapatan ini diikuti dengan kenaikan beban pokok pendapatan dari Rp 396 miliar menjadi Rp 500 miliar atau kenaikan sebesar 26.2%.
Untuk gross profit margin Q1 2022 sebesar 25.70%, operating profit margin sebesar 5.18%.
Jika diperhatikan dengan seksama ada tambahan pendapatan sebesar Rp 25.3 miliar yang berasal dari pendapatan lain-lain yang jika diperinci lebih lanjut berasal dari 2 hal besar yaitu kenaikan penjualan aset dan penurunan beban bunga.
Ada pertanyaan lanjutan bahwa apakah pendapatan lain-lain ini hanya sekarang atau di kuartal sebelumnya

Sebelum sampai ke pendapatan lain-lain kita akan membahas dulu dari toplinenya yaitu pendapatan.
Pendapatan Q1 2022 ternyata naik dibanding tahun 2021 tetapi jauh lebih rendah dibanding tahun 2020 dan tahun 2019. Artinya BIRD masih ada potensi kenaikan pendapatan minimal seperti di tahun 2019.
Untuk beban penjualan tidak bisa diambil kesimpulan langsung namun jika digunakan rasio GPM akan terlihat bahwa tahun 2022 ini GPMnya sudah naik bahkan lebih tinggi dibanding tahun 2020. GPM 2022 sebesar 25.70%.
Artinya BIRD mampu menjalankan efisiensinya.
Setelah GPM lanjut ke operating profit margin dan ternyata OPM BIRD q1 2022 juga mengalami kenaikan menjadi 5.18%. OPM ini juga hanya kalah dibanding tahun 2019. Cuma memang ada selisih lumayan banyak dengan periode 2019.
Untuk pendapatan lain-lain ini ternyata di setiap kuartal ada dan q1 2022 ini memang naik sangat tinggi bahkan pendapatan lain-lain Q1 2022 ini jauh lebih tinggi dibanding Q1 2019.
Pendapatan lain-lain di periode Q1 2022 ditunjang oleh 2 yaitu kenaikan penjualan aset dan penurunan beban bunga.
Yang perlu kita perhatikan lebih detail nantinya adalah terkait penjualan aset di kuartal-kuartal berikutnya
D. KESIMPULAN
Yes menurut saya BIRD ada potensi menjadi turn around dan bisa saja sekarang sudah dalam proses turn around dengan alasan ada potensi kenaikan pendapatan apalagi ketika perusahaan startup juga mau tidak mau harus mendapat keuntungan yang otomatis era bakar duit telah selesai.
Namun tetap diperhatikan bagian penjualan asetnya ya…Karena untuk periode Q1 2022 EPSnya ditunjang dari penjualan aset.

