PBID Q2 2025 : Laba Bersih Turun 23.35%, Celah PBID Dan Perkiraan Dividennya
Download LK PBID Q2 2025
Review PBID Q2 2025 : Kondisi Perusahaan
- Kas NAIK 9.00% dari Rp 121.12 miliar menjadi Rp 132.02 miliar
- Aset TURUN 9.59% dari Rp 3.58 triliun menjadi Rp 3.23 triliun
- Liabilitas TURUN 19.92% dari Rp 623.36 miliar menjadi Rp 499.20 miliar
- Ekuitas TURUN 7.39% dari Rp 2.95 triliun menjadi Rp 2.73 triliun
Kas PBID di periode Q2 2025 naik 9.00% dari Rp 121.12 miliar menjadi Rp 132.02 miliar


Berikut beberapa catatan terkait arus kas PBID di Q2 2025
1. Penerimaan pelanggan naik dari Rp 2.45 triliun menjadi Rp 2.55 triliun
2. Pembayaran ke pemasok naik dari Rp 1.81 triliun menjadi Rp 2.05 triliun
3. Penerimaan investasi naik dari Rp 0 menjadi Rp 511.77 miliar
4. Perolehan investasi turun dari Rp 0 menjadi minus Rp 123.93 miliar
5. Perolehan utang bank jangka pendek naik dari Rp 437.06 miliar menjadi Rp 666.32 miliar
6. Pembayaran hutang bank jangka pendek naik dari Rp 483.90 miliar menjadi Rp 658.90 miliar
7. Pembayaran dividen naik dari Rp 300 miliar menjadi Rp 412.50 miliar
Aset total PBID turun 9.59% dari Rp 3.58 triliun menjadi Rp 3.23 triliun

Berikut ini penyusun aset terbesar PBID
1. aset tetap Rp 1.23 triliun
2. persediaan Rp 1.17 triliun
Persediaan menempati urutan ke 2 penyusun aset terbesar.
Tentu saja harus diketahui cash conversionnya karena jika persediaan besar ada beberapa potensi
- memang sedang menyimpan bahan baku karena mengamankan stok
- sedang menggenjot produksi
- atau memang produknya tidak laku
Dan ternyata jika dihitung DIO PBID mencapai 200,8 hari atau lebih dari 1 kuartal.
Days Inventory Outstanding (DIO) adalah metrik yang menunjukkan rata-rata waktu (dalam hari) yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan untuk mengubah persediannya menjadi penjualan.
Bagi holder PBID tentu menjadi PR
- apakah memang habit bisnis PBID hobi menyimpan persediaan besar atau hanya momen kali ini saja.
- berapa lama DIO emiten sejenis PBID ini?
3. piutang usaha Rp 387.35 miliar
Untuk piutang usaha sebesar Rp 312.67 miliar merupakan piutang lancar
4. kas Rp 132.02 miliar
Investasi aset keuangan menurun dari Rp 450.27 miliar menjadi Rp 15.82 miliar. Ya investasi ini memang disiapkan oleh PBID untuk membayar dividen.
Ini juga menjadi PR bagi investornya terkait dividen nanti di 2026. Kita bisa melihat progres PBID dalam menyiapkan dana untuk membayar dividen.
Liabilitas PBID turun 19.92% dari Rp 623.36 miliar menjadi Rp 499.20 miliar

Berikut penyusun hutang PBID terbesar
1. Hutang bank jangka pendek Rp 147.55 miliar
2. Hutang usaha pihak ketiga Rp 101.91 miliar
3. Liabilitas imbalan kerja Rp 85.33 miliar
Poin no 1 dan 2 merupakan hutang lancar dan kas PBID hanya Rp 132.02 miliar.
PR berikutnya bagi investor PBID untuk memantau kasnya agar bisa membayar hutang lancarnya.
Namun jika melihat arus kasnya memang PBID melakukan gali lubang tutup lubang. Sekali lagi jika memang habitnya seperti itu sih tidak masalah. Cuma memang kalau ada emiten yang lebih besar kasnya dibanding hutang-hutangnya kenapa memilih PBID.
Ekuitas total PBID Q2 2025 turun 7.39% dari Rp 2.95 triliun menjadi Rp 2.73 triliun

Jika melihat book value PBID maka termasuk kategori book value yang biasa saja dan sebenarnya cukup mengkhawatirkan.
Teman-teman harus membuka LK Q4 dari misal 3 tahun terakhir untuk melihat
1. Kas rata-rata
2. Persediaan rata-rata
3. Hutang rata-rata
Review PBID Q2 2025 : Kinerja Perusahaan
- Pendapatan NAIK 2.76% dari Rp 2.48 triliun menjadi Rp 2.55 triliun
- Beban pokok pendapatan NAIK 7.18% dari Rp 1.96 triliun menjadi Rp 2.10 triliun
- Laba kotor TURUN 13.87% dari Rp 521.17 miliar menjadi Rp 448.88 miliar
- Laba bersih TURUN 23.35% dari Rp 252.43 miliar menjadi Rp 193.50 miliar atau EPS turun dari Rp 33.66 menjadi Rp 25.80
Penjualan PBID di periode q2 2025 naik 2.76% dari Rp 2.48 triliun menjadi Rp 2.55 triliun

PBID mempunyai 3 segmen penjualan yaitu
- Kemasan plastik yang turun tipis dari Rp 1.696 triliun menjadi Rp 1.694 triliun
- Biji plastik naik dari Rp 614 miliar menjadi Rp 698.83 miliar
- Lain-lain turun dari Rp 173.50 miliar menjadi Rp 159.35 miliar
Dengan melihat penjualan yang ada justru kenaikan penjualan PBID ditopang oleh bisnis biji plastiknya walaupun segmen ini sebenarnya hanya menyumbang 27% dari total penjualan.
Justru kemasan plastik malah turun.
Apakah ini juga imbas dari daya beli masyarakat yang menurun untuk berbelanja sehingga kebutuhan plastik juga menurun.
Dan untuk biji plastik apakah ada hubungannya dengan harganya yang fluktuatif sehingga PBID bisa memanfaatkan momentum untuk berjualan karena dalam annual report disebutkan bahwa
Dalam menjalankan kegiatan usahanya di sepanjang 2024, Perseroan tentunya menemukan beberapa kendala, salah satunya adalah fluktuasi harga bahan baku dan fluktuasi nilai tukar rupiah, yang tentunya mempengaruhi biaya produksi yang kemudian berimbas pada harga produk pada level retail.
Hal ini juga perlu menjadi perhatian dan PR bagi investornya.
Sekarang masuk ke bagian laba rugi.


Kenaikan penjualan juga diikuti dengan kenaikan beban pokok pendapatan naik 7.18% dari Rp 1.96 triliun menjadi Rp 2.10 triliun sehingga laba kotor turun 13.87% dari Rp 521.17 miliar menjadi Rp 448.88 miliar
Berikut ini ringkasan segmen laba rugi PBID
- beban penjualan naik dari Rp 92.57 miliar menjadi Rp 99.25 miliar
- beban umum dan administrasi naik dari Rp 115.93 miliar menjadi Rp 119.13 miliar
- pendapatan keuangan naik dari Rp 10.52 miliar menjadi Rp 14.50 miliar
Laba bersih PBID periode Q2 2025 turun 23.35% dari Rp 252.43 miliar menjadi Rp 193.50 miliar atau EPS turun dari Rp 33.66 menjadi Rp 25.80.
Ada kabar menarik bahwa manajemen tetap optimis untuk target 2025 penjualan naik 10% dengan net profit kisaran 8% sampai dengan 10%.
Kinerja Saham

Kinerja yang kurang begitu solid dibarengi dengan kinerja sahamnya yang hanya naik 5% dalam waktu 1 tahun.
Bagi dividen investing tentu tidak masalah walaupun meninggalkan celah karena kinerja PBID berpotensi menurun dan membuat potensi dividennya juga menurun.
Rasio-Rasio Penting
Harga : 480 (harga tanggal 12/08/2025)
EPS : 51 (annualised)
Book Value : 364 (annualized)
Harga Wajar : 650 (Graham Number)
MOS : 26%
PEG Ratio : –
PER : 9.34 (annualized)
PBV : 1.32
GPM : 17.6%
NPM : 27.4%
ROE : 7.6%
Harga Wajar PBID Q2 2025
Jika menggunakan EPS 51 dan Book Value 364 maka harga wajar saham PBID Q2 2025 menurut Graham Number sebesar 650 berbanding dengan harga sekarang Rp 480 (Penutupan tanggal 12 Agustus 2025).
Artinya PBID masih undervalue.
Silahkan gunakan Kalkulator Harga Wajar Saham DISINI
Kesimpulan Review PBID
Kondisi perusahaan yang standar, kinerja perusahaan yangs edang menurun dan kinerja saham yang stagnan.
Value : Ya
Growth : Tidak
Dividen : Ya
Core : Tidak
Stock Guide : Watchlist
Harga Beli/Jual PBID
Jika teman-teman menjadi seorang value investor dan melihat kinerja saham PBID yang stagnan tentu menjadi peluang walaupun ada celah dimana kinerja PBID sedikit tertekan akibat akumulasi kurs dollar dan fluktuasi harga bahan baku dan menurut kami tentu saja daya beli masyarakat.
Untungnya kurs dollar juga relatif stabil dan pemerintah akan memberi stimulus untuk memperkuat daya beli masyarakat.
Disisi lain manajemen juga yain target penjualan tahun 2025 ini bisa naik 10% dengan laba bersih kisaran 8% sampai dengan 10%.
Bagi dividen investing dengan penjualan kisaran Rp 5.77 triliun dan NPM 8% mala laba bersih Rp 461 miliar.
Jika menggunakan DPR yang sama yaitu 85% maka potensi dividennya Rp 52.24 atau jika menggunakan harga saat ini Rp 480 maka div yieldnya 10.88%.
Kapan belinya? Harga maksimal pertama RP 480 dan harga maksimal kedua Rp 500. Tapi tetap PRnya hatus dikerjakan
- menelusuri habit bisnis PBID hobi menyimpan persediaan besar atau hanya momen kali ini saja.
- menghitung DIO emiten sejenis PBID
- membuka LK Q4 dari misal 3 tahun terakhir untuk melihat kas, persediaan, hutang, persentase penjualan biji plastik dibanding total penjualan
=======
Mau baca terkait DIVIDEN INVESTING? Klik DISINI
Mau baca ANALISA terbaru saham? Klik DISINI
Mau baca INSIGHT yang lebih dalam? Klik DISINI
Mau baca MATERI tentang saham untuk investor pemula? Klik DISINI
Mau menggunakan Kalkulator khusus Saham? Klik DISINI
======
Disclaimer : semua tulisan di atas hanyalah opini pribadi berdasarkan laporan keuangan dan informasi yang ada.
Jika ada yang mengambil keputusan berdasar tulisan di atas maka Stock Guide tidak bertanggung jawab apapun.

