TLKM : Perbandingan TLKM, ISAT dan BBRI. Mending Mana?

Salah satu tagline bursa saham jaman dulu adalah Yuk Nabung Saham dengan tagline lanjutannya

“Belilah emiten yang produknya kita gunakan sehari-hari”

Banyak yang terbayang emitennya UNVR dan memang tidak salah.

Namun ada juga yang langsung mengarah ke Telkom atau TLKM karena banyak dari kita yang menggunakan layanan dari TLKM ini.

TLKM bagi Indonesia seperti Bank BRI alias dimana-mana ada sinyalnya. Bank BRI dimana-mana ada bahkan di pelosok ada kantor cabangnya. (Makanya di artikel ini kami juga akan membandingkan TLKM dengan BBRI).

Namun jika kita sebagai investor tentu tidak hanya produknya yang kita gunakan tetapi bagaimana kondisi dan kinerja perusahaan serta kinerja sahamnya.

UNVR jeblok dari sisi kinerja perusahaan dan kinerja saham. Stock Guide sudah menulis cukup banyak terkait UNVR ini yang bisa dibaca dibawah ini

Bagaimana dengan TLKM?

Inilah yang ingin Stock Guide angkat sebagai Insight.

Kami melihat kinerja TLKM seperti stagnan padahal “katanya” market leader.

Apakah memang seperti itu kinerja TLKM?

Bagaimana dengan kinerja kompetitornya seperti ISAT?

Nanti kita bandingkan kinerja TLKM dengan ISAT ya

Dari sisi kinerja saham juga tidak bagus-bagus amat.

kinerja saham TLKM q1 2025

Nanti kita bandingkan dengan BBRI ya

Bagaimana dengan dividennya? Tidak cukup istimewa walaupun memang tidak buruk.

Berikut daftar isi dari insight yang khusus membahas TLKM ini

1. Sekilas kinerja TLKM Q4 2024

2. Kinerja kuartal 1 TLKM sejak 2017

3. Kinerja TLKM sejak 2017

4. Proyeksi Kinerja TLKM full year tahun 2025

5. Kinerja perusahaan TLKM dibandingkan dengan ISAT 2024

6. TLKM = Market Leader?

7. Kinerja saham dan dividen TLKM dibanding BBRI

8. Potensi dividen TLKM 2025

9. Kepentingan Non Pengendali

Yuk disimak selengkapnya

1. Sekilas kinerja TLKM Q4 2024

Kami sudah mengulas kinerja TLKM di Q4 2024 di artikel ini TLKM Q4 2024 : Laba Bersih Turun 3.75%, Pensiun Dini Dan Non Pengendali, namun disini kami tetap akan menuliskan ulang agar storynya utuh.

Review LK TLKM Q4 2024

  • Kas NAIK 16.90% dari Rp 29.00 triliun menjadi Rp 33.90 triliun
  • Aset NAIK dari Rp 287.04 triliun menjadi Rp 299.67 triliun
  • Liabilitas NAIK 5.14% dari Rp 130.48 triliun menjadi Rp 137.18 triliun
  • Ekuitas NAIK 4.68% dari Rp 135.74 triliun menjadi Rp 142.09 triliun
  • Penjualan NAIK 0.50% dari Rp 149.21 triliun menjadi Rp 149.96 triliun
  • Laba bersih TURUN 3.75% dari Rp 24.56 triliun menjadi Rp 23.64 triliun atau EPS Rp 247 menjadi Rp 238

Kondisi Perusahaan

Kas TLKM di periode Q4 2024 naik 16.90% dari Rp 29.00 triliun menjadi Rp 33.90 triliun.

Aset total TLKM naik dari Rp 287.04 triliun menjadi Rp 299.67 triliun

aset tlkm 2024

Unsur penyusun aset TLKM terbesar sebagai berikut

1. Aset tetap sebesar Rp 180.56 triliun

2. Kas dan setara kas sebesar Rp 33.90 triliun

3. Aset hak guna sebesar Rp 26.910 triliun

Cukup menarik melihat kas TLKM ternyata menempati posisi no 2 sebagai aset terbesar.

Apakah aset TLKM merupakan aset yang berkualitas? Bisa iya bisa tidak karena kita juga harus melihat hutangnya.

Liabilitas TLKM naik dari 5.14% dari Rp 130.48 triliun menjadi Rp 137.18 triliun

hutang TLKM 2024

Berikut ini penyusun hutang terbesar TLKM

1. Pinjaman jangka panjang sebesar Rp 25.51 triliun

2. Liabilitas sewa sebesar Rp 18.46 triliun

3. Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo setahun Rp 15.86 triliun

Dengan melihat hutang dan asetnya bisa dipastikan sebenarnya aset TLKM berkualitas.

Teman-teman wajib membaca artikel berikut Mengulik Book Value & TIDAK Semua Saham Undervalue Layak Investasi

Dengan kas Rp 33.90 triliun tentu sangat mudah untuk membayar kewajiban pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo sebesar Rp 15.86 triliun.

Ekuitas TLKM Q4 2024 naik 4.68% dari Rp 135.74 triliun menjadi Rp 142.09 triliun.

ekuitas TLKM 2024

Sekadar catatan saja bahwa ekuitas total TLKM sebesar Rp 162.49 triliun. Namun 14.35%nya milik non pengendali.

Artinya hanya Rp 142.09 triliun yang dimiliki oleh entitas induk.

Apakah ini berpengaruh? Iya. Biasanya terkait di laba bersihnya. Namun untuk TLKM sepertinya tidak terpengaruh.

Kinerja Perusahaan

Penjualan TLKM di periode Q4 2024 naik sangat tipis 0.50% dari Rp 149.21 triliun menjadi Rp 149.96 triliun

pendapatan TLKM 2024

Yang unik dari pendapatan TLKM adalah segmennya yang cukup banyak. Kami tidak akan membandingkan dengan tahun 2023 karena pendapatannya naik sangat tipis alias anggap saja sama.

Jika melihat gambar di atas maka pendapatan TLKm disumbang oleh

1. Pendapatan data sebesar Rp 94.33 triliun

Pendapatan TLKM terbesar datang dari internet dan seluler mobile yang menyumbang Rp 72.63 triliun.

Artinya konsumen ritel termasuk saya (saya menggunakan kartu Telkomsel sejak 2006) yang menyumbang pendapatan ini.

Ini curhat pribadi saja sih..hehe. Kami sebagai user lama merasa harga paket Telkomsel mahal, promonya kadang ada kadang hilang dan sekarang hanya 28 hari bukan 30 hari…Hmmm

Oh ya segmen ini menyumbang kenaikan terbesar karena di tahun 2023 hanya Rp 90.82 triliun

2. Pendapatan indihome sebesar Rp 26.26 triliun

Ternyata pendapatan indihome banyak juga ya karena sampai menyentuh Rp 26.26 triliun.

Walaupun banyak tapi jika dibandingkan tahun 2023 ternyata menurun karena 2023 menyumbang Rp 28.78 triliun.

3. Pendapatan interkoneksi sebesar Rp 9.18 triliun

Jujur Stock Guide kurang begitu paham terkait pendapatan interkoneksi ini.

4. Layanan lain sebesar Rp 7.23 triliun

Ada pendapatan lain-lain sebesar Rp 2.86 triliun. Edyan ya…Pendapatan sebesar itu masuknya ke pendapatan lain-lain.

Yang menarik disini ada pendapatan epayment sebesar Rp 1.3 triliun (Ini layanannya Telkom yang LinkAja bukan ya)

5. Pendapatan telpon sebesar Rp 6.73 triliun

Ternyata masih banyak juga yang menggunakan telpon karena menyumbang hingga Rp 6.73 triliun.

Dalam laporan laba rugi TLKM tidak ada beban pokok pendapatan sehingga tidak ada laba kotor. Yang ada langsung laba usaha.

laba rugi TLKM 2024

Ada beberapa pos yang mengalami kenaikan yaitu

1. Beban operasi

Ada kenaikan beban operasi dari Rp 39.71 triliun menjadi Rp 41.20 triliun yang ditopang oleh kenaikan Operasi dan pemeliharaan dari Rp 23.05 triliun menjadi Rp 24.36 triliun.

2. Beban karyawan

Beban karyawan naik dari Rp 15.92 triliun menjadi Rp 16.80 triliun.

Uniknya adalah kenaikan ini ditunjang oleh kenaikan pensiun dini yang naik dari Rp 0 di tahun 2023 menjadi Rp 1.18 triliun di tahun 2024.

beban karyawan TLKM 2024

Kenapa ya pada pensiun dini?

Ini salah satu bunyi CLKnya

Beban Pendi (Pensiun dini) diakui pada saat Grup berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi yang timbul sehubungan dengan tawaran yang diajukan Grup agar karyawan mengundurkan diri secara sukarela. Grup dianggap berkomitmen untuk membayar pesangon Pendi jika, dan hanya jika, Grup telah memiliki rencana formal terinci yang tidak dapat dibatalkan.

Ternyata malah ditawari sama perusahaan untuk pensiun dini.

3. Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi

Ada kenaikan dari pos ini dimana tahun 2023 mengalami kerugian minus Rp 748 miliar sedangkan tahun 2024 ini menjadi Rp 188 miliar.

Detail salah satu CLK bisa dibaca di bawah ini

investasi TLKM 2024

TLKM mengalami kerugian di GOTO sebesar Rp 380 miliar tau naik dari tahun 2023 sebesar Rp 119 miliar

Yang menjadi penyelamat adalah investasi MDI yang naik dari minus Rp 514 miliar menjadi Rp 483 miliar

4. Biaya pendanaan

Ada kenaikan biaya pendanaan dari Rp 4.65 triliun menjadi Rp 5.2 triliun

Untung saja ada penurunan penurunan pajak dari Rp 8.79 triliun menjadi Rp 7.63 triliun yang menjadi salah satu penyokong laba bersih TLKM.

Laba bersih akhir TLKM hanya 3.75% dari Rp 24.56 triliun menjadi Rp 23.64 triliun atau EPS Rp 247 menjadi Rp 238.

laba tahun berjalan tlkm 2024

Ingat dimana Stock Guide mention tentang non pengendali.

Ternyata non pengendali TLKM juga merebut laba bersih entitas induk lumayan besar dari total Rp 30.74 triliun diambil Rp 7.09 triliun sehingga sisa Rp 23.64 triliun atau kisaran 23%.

2. Kinerja kuartal 1 TLKM sejak 2017

Jika hanya melihat kinerja Q1 2025 atau Q4 2024 beserta pembandingnya maka kurang bijak karena pembandingnya hanya 1.

Kami mencoba membandingkan kinerja TLKM sejak tahun 2017 karena di tahun-tahun itu penggunaan sosial media atau aplikasi-aplikasi sudah mulai masif.

Berikut ini kinerja kuartal 1 TLKM sejak tahun 2017 hingga tahun 2025

kinerja tlkm q1 2017 hingga 2025

Kinerja Q1 2025 ternyata bukan all time high. All time high TLKM ternyata terjadi di kuartal 1 tahun 2024 dengan pendapatan Rp 37.42 triliun.

Untung saja di Q1 2025 no 2 all time high.

Untuk laba bersihnya bagaimana? Kembali Q1 2025 bukanlah all time high.

All time high terjadi di Q1 2017 dimana TLKM mencetak laba bersih Rp 6.6 triliun.

Q1 2025? berada di peringkat no 2 terbawah setelah tahun 2018. Lumayan aneh ya.

Dengan melihat kinerja secara keseluruhan artinya TLKM tidak terlalu bertumbuh khususnya di kuartal 1 bahkan jika melihat laba bersihnya cukup mengkhawatirkan.

3. Kinerja TLKM sejak 2017

Di atas sudah kami bahas terkait kinerja TLKM full year tahun 2024 dan sekarang kita bandingkan kinerja TLKM full year sejak tahun 2017

Pendapatan TLKM tahun 2024 merupakan pendapatan all time high. Namun untuk laba bersih masih kalah dengan tahun 2021 yang menyentuh Rp 35.9 triliun dan tahun 2018 sebesar Rp 31.9 triliun.

Kenaikan penjualan dari 2017 hingga 2023 lumayan tetapi dari tahun 2021 hingga 2024 relatif kecil.

Atau jika harus menggunakan kesimpulan seperti ini

Pendapatan TLKM jika ditarik dari tahun 2017 hingga 2024 memiliki CAGR sebesar ±2,5% dalam 6 tahun. Cukup rendah

Bahkan dalam 3 tahun terakhir (2021–2024), pertumbuhannya hanya ±1,54%

4. Proyeksi Kinerja TLKM full year tahun 2025

Sekarang kita lihat proyeksi kinerja TLKM tahun 2025 menggunakan konsep TTM maupun Annualised.

Jika menggunakan annualised maka kinerja TLKM 2025 sebesar :

Penjualan Q1 2025 : Rp 36,639 x 4

Penjualan Tahun 2025 : Rp 146.55 triliun

Penjualan tahun 2024 : Rp 149.96 triliun

Ternyata potensi kinerja TLKM annualised tahun 2025 masih dibawah tahun 2024.

Sekarang kita coba menggunakan TTM

Penjualan Q1 2025 : Rp 36,639

Penjualan Q2 2024 : Rp 37,863

Penjualan Q3 2024 : Rp 36,927

Penjualan Q4 2024 : Rp 37,748

Proyeksi penjualan TLKM tahun 2025 Rp 149,177

Penjualan tahun 2024 : Rp 149.96 triliun

Ternyata secara TTM pun masih kalah.

Bagaimana dengan laba bersihnya?

Secara annual proyeksi laba bersih TLKM tahun 2025 sebesar Rp 23,240

Secara TTM proyeksi laba bersih TLKM tahun 2025 sebesar Rp 23,406

Tahun 2024 laba bersih TLKM Rp 23,649 triliun.

Artinya dari sisi laba bersih pun masih kalah dengan tahun 2024.

Teman-teman bisa belajar lebih spesifik terkait annualised dan TTM di artikel ini Mengenal TTM, Annualised, YTD, YoY, QoQ Dan Cara Menggunakannya

5. Kinerja perusahaan TLKM dibandingkan dengan ISAT 2024

Jika kita melihat kinerja TLKM sejak tahun 2017 terlihat bahwa kinerja perusahaannya relatif stagnan.

Nah sekarang coba kita bandingkan dengan emiten lain yaitu Indosat atau ISAT.

Kinerja tahun 2024

Berikut ini tabel kinerja TLKM dan ISAT tahun 2024

Pos Keuangan (2024) TLKM (Rp Miliar) ISAT (Rp Miliar) Lebih Baik
Total Pendapatan 🟩 149.967 55.887 TLKM
Total Beban Usaha (106.976) 🟩 (45.049) ISAT (lebih efisien)
Laba Usaha 🟩 42.991 10.838 TLKM
Penghasilan/Beban Lain-Lain (3.838) (4.105) TLKM (lebih kecil rugi)
Laba Sebelum Pajak 🟩 39.153 6.733 TLKM
Beban Pajak Penghasilan (8.410) 🟩 (1.460) ISAT (lebih ringan)
Laba Bersih Tahun Berjalan 🟩 30.743 5.272 TLKM
Pendapatan Komprehensif Lain 895 🟩 6 ISAT (lebih stabil)
Jumlah Laba Komprehensif 🟩 31.638 5.278 TLKM
Laba Bersih untuk Pemilik Entitas Induk 🟩 23.649 4.911 TLKM
Kepentingan Non-Pengendali 7.094 🟩 362 ISAT (lebih kecil ketergantungan)

Ternyata memang kinerja TLKM sangat superior.

Dan berikut ini jika kita membandingkan dari sisi GPM, NPM dan ROE

Rasio yang dibandingkan:

  • GPM (Gross Profit Margin): TLKM lebih unggul (28.7%) dibanding ISAT (19.4%)

  • NPM (Net Profit Margin): TLKM jauh lebih tinggi (20.5%) dibanding ISAT (9.4%)

  • ROE (Return on Equity): ISAT sedikit unggul (13.9%) dibanding TLKM (13.6%)

Jadi secara margin keuntungan, TLKM lebih efisien dan menguntungkan, sementara ROE ISAT sedikit lebih tinggi karena basis ekuitas yang lebih kecil.

Ternyata di tahun 2024 kinerja TLKM jauh lebih baik.

Kinerja kuartal 1 2025

Sekarang kita bandingkan kinerja kuartal 1 tahun 2025

Pos Keuangan (Q1 2025) TLKM ISAT
Total Pendapatan 🟩 36.639 B 13.578 B
Total Beban Usaha (26.151 B) 🟩 (10.788 B)
Laba Usaha 🟩 10.488 B 2.790 B
Penghasilan/Beban Lain-Lain (898 B) 🟩 (1.031 B)
Laba Sebelum Pajak 🟩 9.590 B 1.759 B
Beban Pajak Penghasilan (1.993 B) 🟩 (347 B)
Laba Bersih Tahun Berjalan 🟩 7.597 B 1.412 B
Pendapatan Komprehensif Lain 🟩 215 B 2 B
Jumlah Laba Komprehensif 🟩 7.812 B 1.414 B
Laba Bersih Dapat Diatribusikan ke Induk 🟩 5.810 B 1.311 B
Kepentingan Non-Pengendali 🟩 1.787 B 101 B

Secara kinerja TLKM masih jauh lebih unggul.

Sekarang kita lihat rasio-rasionya

perbandingan GPM NPM TLKM dan ISAT q1 2025

  • TLKM unggul dalam efisiensi margin (GPM & NPM), artinya margin laba kotor dan bersih terhadap pendapatan lebih tinggi.

  • ISAT sedikit lebih unggul dalam ROE, menunjukkan pengembalian modal terhadap ekuitas pemegang saham yang lebih tinggi.

Secara kinerja perusahaan tidak salah sih jika memang TLKM jauh lebih unggul.

6. TLKM = Market Leader?

Dengan kinerja yang relatif stagnan apakah memang benar TLKM itu market leader?

Stock Guide menelusuri berbagai sumber dan membuat diagam di bawah ini

marketshare TLKM

Ada 3 layanan yang Stock Guide bandingkan yaitu

  • Layanan seluler
  • Fixed broadband
  • Menara Telekomunikasi

Dan dari ketiganya TLKM menjadi pemimpin pasar dengan persentase hampir di atas 50% kecuali bisnis Menara Telekomunikasi/ tower yang hanya 41%.

Untuk layanan seluler berhasil leading dengan 50.5%. Indosat hanya 29.5% dan sisanya dibagi-bagi.

Untuk layanan fixed broadband lebih superior dengan menggenggam marketshare kisaran 70%. Unggul jauh dibanding pesaing lainnya yang hanya mendapatkan kue 10%.

Dengan melihat marketshare tentu kita berharap TLKM bisa jauh lebih baik kinerja perusahaan, kinerja saham serta dividennya.

7. Kinerja saham dan dividen TLKM dibanding BBRI

Setelah membahas kinerja perusahaan dengan emiten yang sejenis, sekarang kita akan membandingkan kinerja saham dan dividennya dengan emiten yang kekuatannya relatif sama dan sama-sama BUMN.

Ya BBRI adalah “musuh” yang pas karena luasnya jangkauan wilayahnya.

Kinerja Saham

Yuk kita lihat kinerja saham TLKM dalam 1 tahun terakhir

kinerja saham TLKM q1 2025

Dalam 1 tahun terakhir TLKM mengalami penurunan sebanyak 12.13%.

Bagaimana dengan BBRI?

kinerja saham BBRI q1 2025

Ternyata malah lebih parah dengan penurunan 19%.

Kinerja dividen

Yuk sekarang disimak dividen yang dibagikan dalam 8 tahun terakhir atau sejak tahun 2017

Dividen TLKM

dividen TLKM 2017 2024

Dividen BBRI

dividen BBRI 2017 2025

Kesimpulan terkait dividen sebagai berikut

Kriteria BBRI TLKM Lebih Unggul
Total Dividen (2017–2025) 🟩 Rp 2.058,48 Rp 1.267,00 BBRI
CAGR Dividen -6,35% 🟩 +6,17% TLKM
Dividend Yield (harga penutupan tanggal 02 Mei 2025) 🟩 8,85% (Rp343,4 ÷ Rp3.880) 6,66% (Rp178,5 ÷ Rp2.680) 🟩 BBRI

Ternyata BBRI lebih menarik secara dividen sejak tahun 2017.

8. Potensi dividen TLKM 2025

Oh ya berapa sih potensi dividen TLKM 2025 alias tahun buku 2024?

Kisaran 128 hingga 142 per lembar.

Jika menggunakan harga penutupan tanggal 02 Mei 2025 Rp 2680 maka div yield TLKM berada di kisaran 4.7% s/d 5.2%

9. Kepentingan Non Pengendali

Di atas sudah dijelaskan bahwa kepentingan non pengendali TLKM merebut laba bersih entitas induk lumayan besar dari total Rp 30.74 triliun diambil Rp 7.09 triliun sehingga sisa Rp 23.64 triliun atau kisaran 23%.

kepentingan non pengendali TLKM 2024

Tentu saja ini berimbas dengan dividen yang dibagikan.

Pertanyaannya kenapa bisa non pengendalinya cukup besar?

Karena ternyata bisnis TLKM ditopang oleh Telkomsel dan Mitratel.

Dan dua bisnis itu tidak dimiliki oleh TLKM 100% tetapi seperti rincian di bawah ini

telkomsel dan mitratel

10. Kesimpulan dan Rekomendasi

  • Growth kinerja perusahaan TLKM tahun 2025 berpotensi di bawah tahun 2024 baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih
  • Kinerja TLKM jika dibanding ISAT masih sangat superior
  • Kinerja dividen BBRI tahun buku 2024 lebih baik dan secara dividen full sejak tahun 2017 lebih baik

Rekomendasi Stock Guide

Jika melihat kinerja perusahaan, kinerja saham serta kinerja dividen, Stock Guide tidak merekomendasikan TLKM sebagai portofolio.

Berikut ulasannya

1. Value : Dengan menggunakan EPS 234 dan Book Value 1495, maka harga wajar TLKM sebesar Rp 2806. Dengan harga Rp 2680 (harga per tanggal 02 Mei 2025) maka TLKM lebih dekat ke fair value

2. Growth : Tentu saja kinerja TLKM sedikit bertumbuh namun belum bisa disebut sebagai tumbuh yang ideal apalagi tumbuh superior sehingga untuk memasukkan TLKM sebagai emiten growth belumlah cukup

3. Dividen : Dengan div yield kisaran 5%, sepertinya kurang tepat menempatkan TLK sebagai opsi karena masih banyak emiten yang div yieldnya lebih dari itu bahkan sesama BUMN seperti PTBA, BBRI atau ELSA. Baca ulasan terkait ELSA di artikel berikut ELSA Q4 2024 : Laba Bersih Naik 41.84%, Yang Mengganjal Dan Potensi Dividennya

4. Core : Mungkin satu-satunya yang paling sesuai memasukkan TLKM ke core stock. Tapi jika sebenarnya harus memilih kami tetap condong ke BBRI jika opsinya BUMN, Core stock dan dividen lebih besar

Tetapi jikapun harus memilih emiten telco memang TLKM masih lebih baik dibanding kompetitor.

=======

Mau baca ANALISA terbaru saham? Klik DISINI

Mau baca INSIGHT yang lebih dalam? Klik DISINI

Mau baca MATERI tentang saham untuk investor pemula? Klik DISINI

Mau menggunakan Kalkulator khusus Saham? Klik DISINI

(Visited 498 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *