OPMS : Kinerja Turun Hingga 2500% Dan Masuk Radar BEI
Dalam laporan keuangan Q2 2023 atau H1 2023, kinerja Optima Prima Metal Sinergi (OPMS) turun sangat signifikan dimana penjualan turun dari Rp 14.4 miliar menjadi hanya Rp 330.9juta dimana penjualan ini full datang dari besi scrab tanpa olahan. Untuk besi scrap olahan mencatat penjualan 0 berbanding tahun 2022 dimana penjualannya tembus Rp 13miliar.
Beban pokok penjualan Rp1,21 miliar, atau turun dibanding Q2 tahun lalu yang sebesar Rp11,53 miliar. Untuk bottomline yaitu EPS turun dari Rp 0,13 menjadi minus Rp 3.
Namun OPMS justru menjadi incaran BEI karena adanya  peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).“Dengan ini kami menginformasikan adanya peningkatan harga saham OPMS yang di luar kebiasaan yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),” tulis surat yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Pande Made Kusuma Ari A.

