Kinerja Industri Farmasi Berpotensi Menurun Karena Melemahnya Rupiah

Menurut CEO Edvisor.id Praska Putranyo tahun 2023, kinerja emiten farmasi utamanya yang banyak tereksposur pada valas di bahan bakunya berpotensi melambat. Hal ini disebabkan karena melemahnya nilai tukar rupiah.

Imbasnya ada 2 yaitu kenaikan harga bahan baku yang menggerus laba kotor serta berpotensi tertekannya laba bersih karena adanya efek selisih kurs di laporan keuangan.

Adapun sejumlah emiten yang mencatatkan penurunan pendapatan dari PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) yang mencetak penurunan pendapatan di semester I 2023 sebesar 9,32% YoY menjadi Rp 982,43 miliar.

Lalu, PT Phapros Tbk (PEHA) yang turun 1,82% YoY menjadi Rp 554,91 miliar, dan PT Indofarma Tbk (INAF) yang turun 36,59% menjadi Rp 363,95 miliar.

(Visited 200 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *