Kebutuhan Dalam Negeri 4.4 Juta Ton, Terpenuhi 968 Ribu Ton. Ini 6 Penyebabnya

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat konsumsi susu per kapita di Indonesia baru mencapai 16,27 kg per kapita per tahun, atau di bawah rata-rata negara-negara di Asia Tenggara. Sementara itu, tahun 2022, kebutuhan susu mencapai 4,4 juta ton, namun produksi susu segar kita baru mencapai 968.980 ton atau kisaran 20%.

Menurut Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika, kendala-kendala yang dihadapi sektor peternakan sapi perah di tanah air adalah

  1. kecilnya skala kepemilikan sapi,
  2. lahan terbatas,
  3. mahalnya biaya pembesaran,
  4. kurangnya pemahaman terhadap good dairy farming practices,
  5. mandeknya regenerasi peternak karena rendahnya minat anak muda (usía rata-rata peternak sapi perah Indonesia adalah 56 tahun),
  6. serta deraan penyakit kuku dan mulut (PMK) yang pernah menjangkiti lebih dari 538 ribu ternak di 17 provinsi pada tahun lalu, di mana 72 ribu ekor adalah sapi perah.

Oleh karena itu Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi PT. Frisian Flag Indonesia (FFI) atas komitmennya dalam mendukung peningkatan produktivitas peternakan sapi perah di Indonesia melalui program “Young Progressive Farmer Academy”.

Diharapkan pemenang program ini akan tumbuh jadi peternak skala medium dan akan berkontribusi dalam upaya meningkatkan produksi susu nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Sumber :

https://emitennews.com/

(Visited 100 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *