Meet the STAR (Sectoral, Target, Analysis & Regulation)

Tulisan : Ray94

Sabtu kemarin tanggal 8 Juni 2024 saya berkesempatan untuk sharing mengenai strategi investasi di President University bersama ko @ChristianLinardo

Acaranya seru dan respon audiensnya juga positif.

Salah satu hal yang saya sharing adalah framework saya dalam memilih saham, ini saya singkat & rangkum sendiri supaya lebih mudah diingat.

Meet the STAR ⭐️

STAR ini singkatan dari Sectoral, Target, Analysis & Regulation.

Kita bahas satu-satu :

1. Sectoral

Di sini kita berusaha mencari sektor usaha yang mau diincar.

Dalam hal ini bisa sesuai preferensi masing-masing misalnya sektor yang sedang trending / hot , sektor yang sedang turnaround, sektor yang diuntungkan dari faktor eksternal dll.

Setiap sektor bisnis punya karakteristiknya sendiri. Nature of business tiap sektor juga berbeda.

Setiap sektor juga punya kelebihan & kekurangan sendiri.

Ambil contoh sektor pertambangan batubara yaitu $ITMG jika harga coal dunia naik maka labanya juga akan naik, karena nature of businessnya simple hanya gali angkut jual. Dalam kondisi seperti ini supporting sektornya pun juga dapat untung, misalnya $UNTR via PAMA merupakan kontraktor ITMG dan $TPMA yang merupakan penyedia kapal tongkang untuk ITMG.

Kelebihan sektor batubara adalah proses bisnis yang simple dan rata-rata emitennya memberikan dividen yield besar.

Kelemahan sektor batubara adalah sektornya diliputi ketidakpastian yang tinggi karena sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal yaitu harga komoditas batubara sendiri.

Teman-teman bisa melihat harga acuan batubara baik Newcastle maupun yang dikeluarkan oleh pemerintah disini 

2. Target

Setelah menentukan sektoral apa yang menurut kita prospektif maka saatnya mencari pemain di sektor tersebut.

Cek valuasi masing-masing pemain & bandingkan kinerjanya dengan kompetitor.

Untuk hal ini kemarin juga sempat ditanyakan oleh @visakhanw di mana kita bisa menggunakan fitur comparison & juga screener @stockbit.

3. Analysis

Seperti yang kita tau dibagi menjadi 2 ada analisa fundamental yang lebih menekankan aspek makro, keuangan, corporate action dan analisa teknikal yang lebih menekankan pada chart beserta toolsnya dalam memprediksi pergerakan harga dan menentukan titik buy & sell.

Keduanya bagus, tidak ada yang benar & salah karena balik lagi masing-masing ke risk profile & timeframe masing-masing investor.

Jika merasa ga sempat memantau market setiap saat lebih baik menggunakan analisa fundamental supaya menjadi investor dengan timeframe yang lebih panjang.

Jika merasa cocok sebagai day trader dan siap lebih aktif mengikuti market maka lebih baik menggunakan analisa teknikal.

4. Regulation

Sebagai investor kita dituntut up to date terhadap perkembangan peraturan dari regulator.

Peraturan baru bisa berdampak baik atau buruk terhadap sektor tertentu dan harus dilihat case by case.

Misalnya saja peraturan pemerintah mengenai Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar US$6 per MMBTU kepada tujuh industri yaitu industri baja, industri keramik, industri kaca, industri petrokimia, industri pupuk, industri oleochemical dan industri sarung tangan karet yang diberlakukan Pemerintah sejak 2016 menekan margin laba $PGAS selama ini (bandingkan laba PGAS sebelum berlakunya aturan ini) namun menguntungkan untuk industri penerima harga gas ini seperti $ARNA MARK dll.

Peraturan lainnya yang perlu kita update juga termasuk peraturan teknis dari SRO yang belum lama ini berlangsung seperti Full Call Auction.

Dari keempat framework ini intinya yang bisa diambil adalah invest in yourself first.

Rajin baca berita, corporate update & pantengin laporan keuangan emiten harus udah jadi makanan sehari-hari untuk yang mau serius menekuni pasar modal.

Semoga bermanfaat

(Visited 147 times, 1 visits today)

Artikel terkait...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *