RALS Q2 2022 : Ada Potensi Dibalik Harganya Yang Sideways

RALS Q2 2022 : Ada Potensi Dibalik Harganya Yang Sideways
Sumber : https://img.idxchannel.com/media/700/images/idx/2020/05/28/Ramayana.jpg

Berikut ini rangkuman singkat dari RALS (PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk) berdasar LK Q2 2022

DOWNLOAD LAP KEUANGAN RALS

A. SEKILAS PERUSAHAAN 

Ramayana Lestari Sentosa Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam usaha menjalankan Ramayana, sebuah rantai department store, di Indonesia.

Ramayana menawarkan berbagai fashion item untuk pria, wanita dan anak-anak, termasuk pakaian, tas, sepatu dan aksesoris; mainan; peralatan rumah tangga, dan alat tulis.

Target pasarnya adalah sektor menengah-berpenghasilan rendah. Perusahaan juga mengoperasikan sejumlah rantai department store dengan merek Robinson dan Cahaya serta jaringan supermarket dengan merek Ramayana Supermarket.

B. ANALISA

Beberapa saat yang lalu saya iseng melihat Lap Keu dari RALS periode Q2 2022 yang menurut saya di bagian penjualan dan laba kotor kenaikannya biasa saja.

Tetapi saat mengecek EPSnya terjadi kenaikan yang lumayan signifikan hingga membuat EPS disetahunkan di RTI tembus Rp 81 dibanding tahun 2021 sebesar Rp 24 saja.

Hal ini membuat saya penasaran sehingga ingin menelusuri lebih lanjut.

Dan inilah beberapa hal yang menarik dari LK q2 2022 dari RALS.

1. Target pasar RALS

RALS merupakan perusahaan yang menjalankan bisnis mall dengan layanan penjualan fashion item untuk pria, wanita dan anak-anak, termasuk pakaian, tas, sepatu dan aksesoris; mainan; peralatan rumah tangga, dan alat tulis.

Target pasarnya adalah sektor menengah berpenghasilan rendah atau menengah ke bawah. Berbeda dengan ACES yang memang target pasarnya kalangan menengah ke atas.

2. EPS RALS akan meningkat ketika ada momen Lebaran dan Natal

Seperti di poin no 1, dengan melihat target pasar ini kita bisa menjalankan analisa kualitatif dengan cara masuk ke Ramayana dan melihat rame atau tidaknya pengunjung mall terutama saat-saat menjelang lebaran dan Natal

Jika kita melihat sekilas EPS sejak tahun 2019 maka EPS tertinggi RALS memang seharusnya berada di Q2 karena lebaran jatuh berada di bulan April hingga Juni.

Selain Q2, EPS RALS akan naik di Q4 di momen Natal.

3. Menelusuri jejak revenue Q1, Q2 2021 serta Q1, Q2 2022 dan memprediksi Q3 2022

Saya ingin mengajak teman-teman untuk menelusuri Lap Keu Q1 dan Q2 tahun 2021 terlebih dahulu karena ada hal yang unik di EPS

Di Q1 2021 EPS RALS minus Rp 12 dan di Q2 2021 EPS RALS menjadi Rp 31.

Perlu diketahui bahwa EPS yang tercantum di RTI sudah dalam bentuk pemecahan. Contoh EPS Q1 2022 sebesar 4 dan di LK Q2 2022 EPS RALS sebesar Rp 45. Artinya EPS Q1 4 dan EPS q2 40.

Berikut data olahan kinerja keuangan dari RALS

Terlihat memang Q2 2022 ini kinerja RALS sudah sangat membaik dibanding era covid.

Ada 1 fakta yang bisa kita gunakan untuk menebak EPS Q3 2022 yaitu kemungkinan besar akan naik tetapi tidak akan setinggi prediksi di RTI

Perhatikan kembali EPS di RTI ya

EPS RALS di setahunkan sebesar Rp 81. Angka 81 itu muncul sebagai annualised tambahan dari EPS Q2 sebesar 40 dan EPS potensi Q3 dan Q4 sebesar Rp 40 juga.

Namun saya memprediksi bahwa Q3 tahun 2022 akan lebih tinggi dibanding EPS Q3 2021 yang minus Rp 5.

Kenapa? Karena di periode Juli 2021 kemaren ada varian delta yang benar-benar menyerang hampir semua masyarakat di Indonesia.

Berbeda dengan periode Juli 2022 yang relatif sudah aman.

Tapi ingat sepertinya EPS RALS annualised akan turun. Bukan lagi Rp 81 tetapi mungkin bisa hanya 60 atau 70.

Kalo hal ini benar-benar terjadi bisa menjadi peluang bagi kita karena kebanyakan investor akan “hanya” melihat eps annualised langsung di RTI dan tentu saja nilainya akan turun. Padahal jika menggunakan QoQ pastinya naik.

Kita tunggu saja ya.

4. EPS yang sedikit padahal revenue naik

Nah poin ini yang menjadi hal yang menarik pertama bagi saya kenapa ingin mengulas RALS.

  • Pendapatan naik dari Rp 1.7 triliun => Rp 1.8 triliun =  8.1%.
  • Beban pokok pendapatan turun dari Rp 953.1 miliar => Rp 938.4 miliar = 1.5%.
  • Laba kotor naik dari Rp 763.7 miliar => Rp 917.6 miliar = 20.1% 
  • Laba usaha naik dari Rp 122.6 miliar => Rp 310.5 miliar = 153.1% 
  • Laba bersih periode berjalan naik dari Rp 137.8 miliar => Rp 286 miliar = 107.5% 
  • Aset turun dari Rp 5,085 triliun => Rp 5,070 triliun dengan uang cash Rp 1.6 triliun
  • Hutang turun dari Rp 1.48 triliun => Rp 1.41 triliun
  • Ekuitas naik dari Rp 3.5 triliun => Rp 3.6 triliun
  • EPS naik dari Rp 20 menjadi Rp 45

Ternyata selain memang laba bersihnya naik signifikan, pembagi sahamnya juga turun karena adanya saham treasuri.

Ini artikel tentang saham treasury

Mengenal Saham Treasury (Aksi Korporasi Emiten Yang Menguntungkan Investor)

5. Harga yang sideways bahkan cenderung downtren

Untuk poin no 4 ini jujur saya tidak tau ya karena

  • sisi kinerja keuangan RALS terus membaik
  • membagi dividen rutin

  • rajin melakukan buyback

Tapi kok kinerja sahamnya ambyar ya

Bahkan harga saat ini hanya lebih tinggi 80 poin dibanding era Maret 2020 lho..

Bagi investor jelas hal ini menjadi peluang dimana RALS secara umum sudah membaik tetapi belum kembali seperti kinerja di periode Q2 2019 dimana revenue yang didapat Rp 3.4 triliun dengan laba bersih Q2 2019 sebesar Rp 589.8 miliar.

Di tahun 2019 harga RALS pernah mencapai ATh di kisaran Rp 1825 artinya dengan harga saat ini Rp 580 ada potensi multibagger.

C. KESIMPULAN

Harga : 580 (harga penutupan tanggal 08/08/2022)

EPS : 45 (TTM).

Book Value : 515 (annualized)

Harga Wajar : 722 (Graham Number)

MOS : 24%

PEG Ratio : – (tidak bisa dipake karena bias adanya covid)

PER : 7.19

PBV : 1.13

GPM : 49.44

NPM : 15.41

ROE : 15.64%

Jika kita menelusuri RALS menggunakan EPS 45 dan Book Value 515 maka didapat harga wajar RALS kisaran Rp 722 dengan harga saat ini masih di kisaran 580.

Value investing : RALS cocok sebagai saham value stock

Growth investing : Jika hanya melihat dengan EPS saja, RALS untuk kali ini tidak cocok masuk sebagai growth stock.

Namun kalo mau melihat EPS 2019 tembus Rp 91 kita tentu berharap EPS RALS kembali tembus di angka tersebut bahkan bisa saja naik.

Apalagi dengan adanya Citayam Fashion Week yang kemaren membuat anak muda tetap fashionable dengan bujet minimalis tentu bisa menjadi pengungkit bagi RALS

Dividen investing : RALS tidak cocok sebagai dividen investing namun masih mendingan dengan div yield kisaran 5%. Apalagi kalo kita bisa dapat harga RALS rendah seperti saat ini.

Core investing : Brand sudah kuat dan gerai juga sudah banyak bisa membuat opsi kalo RALS ini layak juga masuk sebagai core stock.

Dengan fenomena harga saham yang ambyar padahal kinerja membaik dan rutin membagikan dividen membuat kita seharusnya menempatkan RALS sebagai dividen atau core stock bukan sebagai sumber capital gain.

Kembalinya kinerja seperti di tahun 2019 bisa menjadi titik balik RALS

Sumber :

1. http://lembarsaham.com/

(Visited 52 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Artikel Lainnya