Bolehkah Investor Cutloss? Dan Bagaimana Langkahnya?

Bolehkah Investor Cutloss? Dan Bagaimana Langkahnya?

Dalam suatu diskusi ada yang menyatakan bahwa tidak ada istilah cutloss dalam investasi. Kalo kita menjual rugi saham kita itu namanya switching saja dengan harapan saham baru yang dibeli bisa mengembalikan kerugian akibat menjual rugi saham yang lama.

Terlihat benar, tetapi menurut saya itu hanyalah untuk “menyenangkan” perasaan saja. Kenapa? Karena yang namanya cutloss itu

  1. kita menjual rugi. Namanya rugi tetaplah rugi yang artinya modal kita berkurang
  2. berharap saham baru yang dibeli bisa mengembalikan saham yang dijual rugi. Ya kalo naik, kalo malah turun artinya kita malah ada potensi rugi dobel.

Trus harusnya bagaimana?

Artikel ada 5 subbab yaitu

1. Pengertian Cutloss

2. Alasan cutloss yang wajib dipahami dan landasannya bagi investor

3. Apa yang perlu diperhatikan sebelum cutloss?

4. Adakah konsep cutloss dulu nanti beli di harga bawah bagi investor?

5. Berapa persentase penurunan jika kita mau melakukan cutloss?

1. Pengertian Cutloss

Ok. Kita mulai dulu dengan pengertian cutloss.

Cutloss umumnya hanya dikenal oleh kalangan trader dengan tujuan mengamankan modal jika saham yang dibeli ternyata turun dan tidak sesuai dengan analisa awal.

Namun menurut saya cutloss juga seharusnya diterapkan oleh para investor. Kenapa? Simak terus artikelnya ya.

Saya merangkum dari berbagai sumber bahwa cut loss berasal dari kata idiom Bahasa Inggris, cut one’s losses. Kamus Merriam Webster mendefinisikan cut one’s losses sebagai menghentikan aktivitas atau kegiatan usaha yang gagal untuk mengurangi kerugian yang lebih jauh.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada laman sikapiuangmu.ojk.go.id menjelaskan, cut loss saham adalah istilah yang digunakan ketika kita menjual saham pada harga yang lebih rendah dari harga belinya, sehingga kita mengalami kerugian (loss).

Secara umum konsep cut loss bukanlah untuk merealisasikan kerugian, tapi untuk mencegah kerugian yang lebih besar bila harga saham yang dipegang terus menurun. Namun ada perbedaan besar antara trader dan investor.

2. Alasan cutloss yang wajib dipahami dan landasannya bagi investor

Alasan cutloss antara trader dan investor jelas berbeda

Untuk trader melakukan cutloss digunakan untuk mengamankan modal karena pola harganya tidak sesuai harapan (menurut analisa seharusnya naik tetapi malah turun)

Bagi investor melaukan cutloss juga digunakan untuk mengamankan modal tetapi landasannya bukan karena fluktuasi harga tetapi beberapa hal berikut :

a. Salah menganalisa suatu saham

Artikel Terkait Saham Dalam Islam

Kita semua pasti pernah melakukan kesalahan dalam menganalisa suatu saham walopun kita sudah dengan begitu detail mempelajari berbagai hal.

Jika ternyata kesalahan tersebut relatif fatal maka sebaiknya kita bisa melakukan cutloss.

b. Kinerja perusahaan menurun

Investor jelas menggunakan pendekatan fundamental dalam membeli saham. Dan apabila kinerja perusahaan yang kita beli menurun maka kita bisa saja melakukan cutloss.

Kinerja perusahaan menurun ini bisa diakibatkan oleh berbagai hal seperti

  • corporate action dari GCG atau manajemen (Contoh manajemen menjual salah satu produk inti dari perusahaan yang menyumbang pendapatan terbesar
Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20180625172114-17-20387/jual-bisnis-consumer-health-ini-strategi-baru-merck
  • potensi bisnis masa depan yang muram karena adanya kompetitor yang lebih kuat atau karena terjangan terknologi
  • karena kebijakan dari pemerintah dll
Sumber : https://ekonomi.bisnis.com/read/20210413/44/1380624/kebijakan-harga-gas-us6-bikin-buat-kinerja-pgn-tertekan

c. Saat membeli saham tersebut belum mempunyai ilmu

Memang seorang investor semua berawal dari investor pemula dan kemudian terus belajar untuk menjadi investor yang berpengalaman.

Saat menjadi investor pemula bisa saja hanya mengandalkan rasio-rasio yang didapat dari aplikasi RTI yang ternyata ada beberapa story yang terlewat sehingga kita bisa membeli saham tersebut.

Setelah belajar kesana kesini kita akhirnya tau bahwa saham tersebut ternyata bukanlah perusahaan yang secara fundamental kuat dan dari sini kita bisa saja melakukan cutloss.

3. Apa yang perlu diperhatikan sebelum cutloss?

a. Pastikan saham yang dibeli sudah dianalisa

Walopun akhirnya kita melakukan cutloss pastikan saham yang dibeli tersebut memang kita beli menggunakan analisa yang matang. Bukan asal beli.

Jadi sebaiknya sebelum membeli saham kita harus terus belajar dan belajar agar kemungkinan cutlossnya semakin kecil.

b. Pastikan sebelum melakukan cutloss sudah di analisa ulang dan berpikir secara logis

Ketika kita melihat portofolio saham kita merah merona maka psikologis kita mulai terganggu. Apalagi saham tersebut kita beli justru karena analisa kita sendiri. Efeknya jauh lebih mengerikan.

Walopun begitu, sebelum kita melakukan cutloss kita wajib menganalisa ulang, apakah memang turun hanya karena news saja atau karena memang fundamental perusahaan yang menurun atau ada kebijakan yang membuat masa depan perusahaan tersebut suram.

c. Setelah kita cutloss jangan sekali-kali melihat saham itu lagi karena kalo ternyata sahamnya naik membuat kita makin sakit hati dan menjadi berpikir tidak logis. Dan kalo turun membuat kita jumawa seolah-olah keputusan kita benar

Hampir 90% kejadian di bursa ditentukan karena psikologis sehingga tetap berpikir waras merupakan salah satu kunci utama. Dan kegiatan cutloss cenderung membuat kita kecewa dan ingin segera balas dendam.

d. Jangan ada perasaan ingin balas dendam

Cutloss adalah rugi. Jika kita rugi maka ada potensi ingin balas dendam untuk segera mengembalikan kerugian tersebut dengan saham yang baru.

Saran saya jangan seperti itu karena disini psikologis kita sudah dimainkan oleh market.

Ya kalo yang kita beli berikutnya bisa menutup kerugian yang ada, kalo malah turun lagi ya ambyar. Bisa-bisa modal kita habis hanya karena cutloss.

Salah satu mentor saham om Bennix bilang bahwa 90% orang yang masuk ke bursa saham mempunyai cita-cita cutloss.

Jadi beli saham baru tetap dengan psikologis yang waras dan dianalisa dengan matang

e. Akui kesalahan kita dan bersikap legowo

Bursa saham sangat dinamis dan tidak bisa ditebak.

Perusahaan bagus bisa tetap bagus namun bisa juga jelek

Perusahaan jelek bisa jadi bagus tapi juga bisa semakin jelek

Perusahaan bagus harga sahamnya bisa naik tapi bisa juga turun

Perusahaan buruk harga sahamnya buruk tetapi bisa saja harganya malah melambung tinggi.

Maksud dari poin ke 5 ini adalah kita harus legowo bahwa kita salah analisa atau kita menderita kerugian.

Baca : Mengenal Kondisi Perusahaan, Kinerja Perusahaan, Kinerja Saham Dan Menemukan STORY Lebih Cepat Dibanding Bandar

4. Adakah konsep cutloss dulu nanti beli di harga bawah bagi investor?

Konsep seperti ini tidak ada dalam konsep investasi karena konsep seperti ini lebih dekat ke kalangan trader.

Tapi kan kalo jual rugi dulu terus beli lagi bisa dapat harga lebih baik? Iya jika ternyata naik, kalo pas turun malah ambyar.

Bagi investor jika harga saham turun bukannya cutloss dan berpikir akan ambil di harga bawah tetapi bisa melakukan average down dengan konsep yang matang misalnya setelah turun 10% baru melakukan average down.

Teman-teman bisa baca konsep average down secara lengkap di artikel berikut Kapan Waktu Yang TEPAT Membeli Saham? Kapan Waktu Yang TEPAT Untuk Average Down Atau Average Up?

Selain itu kita sebagai investor juga harus paham konsep yang ada dalam tabel di bawah ini

Ya cutloss 1% kerugian maka kita wajib mendapat 1,01% agar impas. Kalo rugi 5% harus mengembalikan 5,26% dan inipun belum kena pajak jual beli.

Dengan memahami konsep yang ada di dalam tabel maka kita akan jauh lebih berhati-hati dalam memilih saham dan jauh lebih berhati-hati saat mau melakukan cutloss.

5. Berapa persentase penurunan jika kita mau melakukan cutloss?

Pasti banyak dari para investor pemula yang menanyakan berapa persen penurunan harga saham kita yang sudah bisa dicutloss?

Pertanyaan seperti ini agak susah dijawab karena berurusan dengan

  • keikhlasan kita saat merealisasikan kerugian. Ada yang CL 10juta santai saja, tetapi ada yang CL 200rb sudah pusing banget
  • berapa bobot porto yang mau di CL di porto kita. Kalo bobot saham yang mau di CL cuma dibawah 10% jelas lebih ringan beban psikologisnya dibanding jika bobot porto di atas 40%.
  • kinerja perusahaan yang bersangkutan.
  • terakhir berhubungan dengan floating loss yang kita miliki. Floating loss 10% kemudian di CL terasa ringan jika dibanding jika kita sudah FL di atas 50%

Jadi kesimpulannya adalah seberapa besar keikhlasan kita untuk menerima kerugian bukan menggunakan angka pasti sekian persen.

Begitu teman-teman artikel tentang konsep cutloss bagi kalangan investor semoga bermanfaat ya…

Kalo ada yang ingin diskusi bisa langsung melalui sosial media di bawah ini. Pasti saya jawab

Sumber :

1. https://money.kompas.com/

(Visited 251 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Artikel Lainnya